Batam, posmetrobatam.co: : Putra Papua, Gracia Josaphat Jobel Mambrasar atau Billy Mambrasar, menerima penghargaan The Outstanding Young Persons (TOYP) Indonesia 2026 dari Junior Chamber International (JCI).
TOYP merupakan program JCI untuk mengapresiasi kaum muda yang menunjukkan pencapaian dan kontribusi bagi masyarakat. JCI merupakan organisasi internasional yang memiliki sejarah kerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk hubungan dengan UNICEF serta status konsultatif pada Dewan Ekonomi dan Sosial PBB atau ECOSOC.
Penghargaan TOYP Indonesia merupakan pengakuan pada tingkat nasional dalam jejaring program JCI. Dalam sejarah penghargaan kaum muda JCI dan Jaycees di berbagai negara, sejumlah penerimanya kemudian dikenal sebagai tokoh dunia.
Di antaranya adalah mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, Aktris International Michelle Yeoh, Penerima Hadiah Nobel Perdamaian Henry Kissinger, mantan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy, serta aktor Jackie Chan
Billyterpilih sebagai salah satu dari 10 penerima penghargaan tingkat nasional dalam kategori Personal Improvement and/or Accomplishment. Selain Billy, penerima penghargaan lainnya adalah seperti Ferry Irwandi, Jerhemi Owen, Carina Joe, dan Johan Nurlela.
Berdasarkan keterangan tim Billy Mambrasar, pencapaian tersebut menjadikannya putra asli Papua pertama yang menerima penghargaan TOYP Indonesia. Pengakuan ini menyoroti perjalanan Billy dalam mengatasi keterbatasan ekonomi serta kontribusinya memperluas kesempatan pendidikan dan pemberdayaan Masyarakat.
“Penghargaan ini saya persembahkan untuk anak-anak Papua dan seluruh anak Indonesia yang sedang berjuang di tengah keterbatasan. Saya berharap mereka melihat bahwa tempat kita dilahirkan dan keadaan ekonomi keluarga tidak harus membatasi sejauh mana kita dapat belajar, berkarya, dan mengabdi,” ujar Billy.
Berasal dari Kepulauan Yapen, Papua, Billy tumbuh dalam keluarga sederhana. Perjuangannya memperoleh pendidikan membawanya menempuh studi di Institut Teknologi Bandung, University of London, Australian National University, dan Harvard University. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal untuk membangun kegiatan sosial dan menjalankan pelayanan publik.
Salah satu kontribusi utamanya adalah mendirikan Kitong Bisa Foundation Indonesia, yang bergerak dalam pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, terutama masyarakat adat Papua. Profil Billy yang dipublikasikan Obama Foundation mencatat bahwa, melalui kepemimpinannya, yayasan tersebut telah membantu membuka akses pendidikan bagi lebih dari 50.000 pelajar masyarakat adat. Billy juga tercatat mendukung lebih dari 1.000 wirausaha melalui bantuan permodalan untuk mengembangkan usaha.
Kerja sosial itu mencakup pengembangan kurikulum pelatihan keterampilan bagi pemuda serta penguatan kapasitas pemimpin komunitas untuk menjaga lingkungan. Billy juga mendirikan CONTAINDER, sebuah usaha sosial yang berfokus pada persoalan sampah.
Di bidang pelayanan publik, Billy pernah menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia pada 2019–2024. Pengalaman tersebut memperluas ruang kontribusinya dari pendampingan masyarakat menuju pengembangan kebijakan dan program pendidikan serta kesempatan kerja bagi kelompok yang kurang terwakili.
Billy juga terpilih mengikuti program Obama Foundation Leaders Asia-Pacific 2025–2026. Saat ini, ia menjalankan kegiatan akademik sebagai dosen dan peneliti kebijakan ekonomi di Pusat Kajian Daya Saing ASEAN, Politeknik Negeri Batam, serta berkontribusi dalam pembangunan Papua dan pengembangan investasi di Batam.
Menurut Billy, keberhasilan pribadi perlu diikuti upaya membuka kesempatan bagi orang lain.
“Kesempatan belajar yang saya peroleh harus kembali menjadi manfaat bagi masyarakat. Bagi saya, ukuran keberhasilan adalah ketika semakin banyak anak dapat melanjutkan pendidikan, semakin banyak keluarga memiliki penghidupan yang lebih baik, dan semakin banyak anak muda berani menentukan masa depannya,” katanya.
Bagi Billy, penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk melanjutkan pengabdian, terutama melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Saya ingin anak-anak Papua memiliki kesempatan untuk menjadi ilmuwan, pendidik, pengusaha, dan pemimpin. Penghargaan ini memberi semangat untuk terus bekerja bersama, supaya semakin banyak potensi dari Papua tumbuh dan memberi manfaat bagi Indonesia,” ujarnya.(*/hbb)
Tampilan:
Klik: 0
