Batam, Posmetrobatam.co: Fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dipengaruhi sentimen global menjadi tantangan sekaligus pembelajaran bagi investor pasar modal. Di tengah kondisi tersebut, jumlah investor di Kepulauan Riau justru mencatat pertumbuhan lebih dari 50 persen secara year-to-date (YTD).
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kepulauan Riau, Novita, mengatakan perkembangan jumlah investor di daerah itu sejalan dengan tren nasional. Secara nasional, pertumbuhan investor tercatat mencapai sekitar 52 persen.
Menurut Novita, dinamika pasar saham belakangan ini menunjukkan bahwa pergerakan indeks tidak hanya dipengaruhi oleh kinerja emiten, tetapi juga berbagai faktor eksternal, mulai dari kebijakan suku bunga internasional hingga kondisi sosial dan politik.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan media gathering bersama jurnalis Batam di Baba Seafood Restaurant, Batam Center, Jumat (23/10/2026).
Novita menjelaskan, pernyataan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) sempat memicu kekhawatiran di kalangan investor. Namun, tekanan terhadap IHSG tidak dapat dilepaskan dari berbagai faktor lain yang turut memengaruhi sentimen pasar.
“Memang ada kepanikan dari investor pada hari pertama saat MSCI mengeluarkan statement. Tetapi penurunan IHSG bukan hanya disebabkan faktor itu. Ada juga faktor lain, seperti suku bunga internasional, kebijakan The Fed, serta kondisi sosial dan politik,” ujarnya.
Ia menuturkan, MSCI menjadi salah satu acuan penting bagi investor domestik maupun asing dalam menentukan strategi investasi. Karena itu, setiap pernyataan yang berkaitan dengan indeks global tersebut dapat memengaruhi respons pelaku pasar.
Meski demikian, hasil rekomendasi MSCI baru dijadwalkan keluar pada April 2027. Sementara itu, BEI Kepri mencermati adanya perbaikan pergerakan indeks setelah IHSG sempat turun ke kisaran 4.900.
Novita menilai langkah pembenahan pasar modal yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI menjadi bagian penting dalam merespons berbagai masukan serta menjaga kepercayaan investor.
Di tengah ketidakpastian pasar, Novita mengingatkan bahwa penurunan harga saham tidak selalu harus disikapi dengan kepanikan. Investor yang memiliki pengalaman dan pemahaman memadai dapat mengevaluasi peluang investasi berdasarkan kondisi fundamental perusahaan.
Ia mengatakan, saham perusahaan dengan kinerja bisnis yang baik dapat menjadi perhatian investor ketika pasar mengalami tekanan. Namun, keputusan pembelian tetap harus didasarkan pada analisis yang matang.
Investor perlu mempertimbangkan kondisi keuangan emiten, prospek usaha, valuasi saham, serta risiko yang mungkin timbul. Dengan demikian, keputusan investasi tidak semata-mata mengikuti pergerakan indeks atau sentimen jangka pendek.
Bagi investor pemula, pemahaman mengenai karakteristik instrumen investasi juga menjadi hal penting. Menurut Novita, kemampuan memahami risiko diperlukan agar masyarakat tidak terburu-buru mengambil keputusan ketika pasar mengalami fluktuasi.
Media berperan memperluas edukasi pasar modal
Selain menyoroti perkembangan investor, BEI Kepri juga mendorong peningkatan literasi pasar modal melalui kerja sama dengan media massa.
Novita mengatakan, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan mudah dipahami masyarakat, terutama ketika pasar menghadapi gejolak yang berpotensi menimbulkan beragam persepsi.
Melalui pemberitaan yang informatif, masyarakat diharapkan dapat memahami perkembangan pasar saham secara lebih menyeluruh, sekaligus membedakan informasi faktual dari spekulasi.
Kegiatan media gathering tersebut menjadi salah satu upaya BEI Kepri memperkuat komunikasi dan sinergi dengan para jurnalis di Batam.
“Ini ajang untuk silaturahmi supaya Bursa Efek Indonesia dengan rekan-rekan media, khususnya yang ada di Kepri, saling berhubungan erat dan bersinergi untuk bisa memasyarakatkan pasar modal Indonesia ke seluruh lapisan masyarakat,” kata Novita.
Ia turut mengapresiasi kontribusi wartawan dalam menyebarluaskan informasi mengenai pasar modal kepada publik.
BEI Kepri berharap pertumbuhan investor di wilayah tersebut dapat diikuti peningkatan pemahaman masyarakat mengenai mekanisme perdagangan saham, peluang investasi, serta risiko yang menyertainya.
Dengan edukasi yang berkelanjutan dan dukungan pemberitaan yang berkualitas, partisipasi masyarakat dalam pasar modal diharapkan tidak hanya meningkat dari sisi jumlah investor, tetapi juga disertai kemampuan mengambil keputusan investasi secara bijak.(*/hbb)
Tampilan:
Klik: 0
