Tim Ekspedisi Patriot UI Silaturahmi ke Posmetro Batam: Fokus Pendampingan UMKM, Perikanan & Pariwisata untuk Masyarakat di Rempang Eco City

Ari, perwakilan Tim Ekspedisi Patriot UI (kiri), Komisaris Posmetrobatam.co Meta Sidabutar (tengah) dan Direktur Posmetro Batam Haryanto (kanan).

Batam, Posmetrobatam.co: Mungkin program transmigrasi yang bisa dibilang mewah di Barelang dan Rempang Eco City. Ini penjelasan dari hasil pengamatan Tim Ekspedisi
Patriot Universitas Indonesia (UI) saat bersilaturahmi ke Posmetro Batam, Jumat (16/10) siang.

Ari, salah satu dari personel Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia yang datang, menyebutkan, bagi masyarakat yang mengikuti program transmigrasi ini, mendaptkan
fasilitas lengkap. Mulai dari disediakan lahan, bangunan rumah, isi rumah, sampai pada pemberian sembako untuk kebutuhan sehri-hari. “Seisi rumah, mulai sofa, semua
dipenuhi. Ini menurut kami transmigrasi yang mewah,” ujarnya saat membuka diskusi bersama TIm Posmetro yang diterima langsung oleh Direktur Posmetro Haryanto dan
Komisaris Posmetrobatam.co Meta Sidabutar.

Foto bersama Tim Ekspedisi Patriot UI dengan Tim Posmetro Batam.

Dijelaskan Ari, Tim Ekspedisi Patriot UI ini ada lima anggota TIm dengan Ketua Tim Dr. Vishnu Juwono. Anggotanya; Ari, Nabil, Asih, Dila, dan Cantika. “Tim yang gelombang
kedua ini, semua dari alumni pak, baik S1 atau pun S2. Kalau yang sebelumnya ada dari mahasiswa dan juga alumni,” jelas Ari.

Tim yang turun di gelombang kedua ini, dijelaskan Ari adalah dalam tahapan implementasi.

“Tahap kedua ini, menjalankan rekomendasi tahun lalu. Ada tiga sektor yang menjadi konsen kami; perikanan, sektro UMKM dan Pariwistaa,” ujarnya menjelaskan.

Tim Ekspedisi Patriot UI berdiskusi bersama Direktur Posmetro Batam Haryanto.

Untuk Sektor perikanan ini, dituturkan Ari saat ini dipayungi dua koperasi, yaitu koperasi merah putih dan koperasi transmigrasi. Sedangkan untuk UMKM saat ini, TIm
Eksperduisi telah memayungi 21 UMKM.

“Harapannya bisa sergera mendapatkan ijin edar, PIRT dan sertifikasi halal,” ujarnya.

Dan yang terakhir pariwisata. Ari mengatakan, di Rempang Eco City yang menjadi tempar relokasi wraga, atau transmirasi ini ada tiga potensi wista. Pertama mangrove, ada
Pulau Mubut Darat, dan juga wisata mancing.

“Sedang kami golkan ke Kementrian kehutanan dan swasta,” ujarnya lagi.

Dari kerja TIm Eskpedisi yang dinaungi Kementrian Transmigrasi ini, Ari dan rekan-rekannya berharap, apa yang ada di masyarakat Rempang Eco City kemanfaatannya lebih
produktif.

“Kami harap UMKM sudah ada ijin dan pasar, seblum kerja tim ekspedisi berakhir. Salah satunya sat ini, warga di sana telah juga mengahsilkan tangkapan ikan juga saat ini
sebulan dua ton, sebagian di ekspor ke Singpaur. Ini dengan cara tradisional. Harapan kedepan bisa modern, dengan kedepan dan bisa sampai 10 ton,” tuturnya
menjelaskan.

Tim Eksepedisi Patriot ini, telah melakukan pengamatan dan penelitian, dari 11 kampung yang direlokasi ke Rempang Eco City, sudah bangun 600 rumah. Saat ini yang sudah
terisi ada 300 rumah.

“Golnya ini program transmigrasi tidak hanya perpindahan penduduk, tapi juga bisa muncul pertumbuhan ekonomi baru, dan bisa mencapai kesejahteraaan masyarakat,” kata
Ari menjelaskan.

Saat ini, kata Ari, riset Tim Eksepedisi Patriot masyarakat yang tinggal di Rempang Eco City merasa nyaman.

“Kami door to door. Sudah 94 pseren mereka nyaman sudah tinggal di sana. Karena memang dikomparasikan dengan sebelumnya, jauh lebih nyaman.
Salah satu yang ditanggung pemerintah juga ganti rugi tanah, per meter, kebun, dan pohon yang ditanam,” tuturnya lagi.

Sementara itu, Haryanto berharap dengan program pemerintah ini, diharapkan juga memberikan dampak perekonomian yang lebih baik buat masyarakat.

“Program PSN ini ada sebelum program transmigrasi, karena adanya masyarakat yang terdampak dari program PSN ini. Berbagai program ini mestinya bisa disosialisasikan
lebih maksimal lagi, sehingga masyarakat dapat mendapatkan edukasi dan informasi yang lebih lengkap serta transparan dari pemerintah untuk masyarakat Rempang,”
ujarnya.

Haryanto juga berharap fokus pendampingan pada tiga sektor utama yang telah dijelaskan TIm Ekspedisi tadi, semoga juga tak hanya sebatas program selama waktu tim
ada di lokasi saja, namun hasilnya bisa terus berlanjut dirasakan oleh masyarakat.(***)

Statistik artikel
Tampilan:
Klik: 0
Exit mobile version