Pinang, Posmetrobatam.co: Kabut asap pekat menyelimuti Kepri beberapa hari ini. Masyarakat diminta menghindari aktivitas olahraga di luar ruangan. Dan jumlah pasien yang terjangkit ISPA meningkat.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Dinkes) Kepri, M Bisri menyoroti di beberapa wilayah, terutama di area perkampungan, masih banyak menggelar pertandingan olahraga, sepak bola, kala kabut asap melanda. Padahal, para pemain sepak bola berisiko terpapar partikel berbahaya yang ditimbulkan kabut asap.
“Bermain sepak bola di tengah kabut asap berisiko tinggi terpapar infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), karena sepak bola adalah olahraga dengan intensitas tinggi yang membuat seseorang bernapas lebih cepat dan lebih dalam. Kondisi ini menyiksa paru-paru menyedot partikel berbahaya jauh lebih banyak ke dalam tubuh,” katanya, Selasa (15/9).
Oleh karena itu, ia menyarankan warga beralih melakukan olahraga di dalam ruangan hingga kualitas udara membaik dan dinyatakan aman.
Ia menyebut, beberapa hari terakhir ini kondisi udara di Kepri masuk kategori tidak sehat, karena tercemar kabut asap kiriman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Pulau Sumatera hingga Kalimantan.
“Indeks Kualitas Udara (AQI) di Kepri sudah di angka 100 sampai 150, artinya masuk dalam kategori tidak sehat. Makanya kita harus waspada, apalagi anak-anak, lansia dan warga mengidap penyakit kronis,” ucap Bisri.
Ia mengatakan, paparan kabut asap di wilayah Kepri telah berdampak pada peningkatan kasus ISPA yang mencapai 3.600 kasus dibandingkan dengan dua pekan sebelumnya sekitar 3.000 kasus.
Dinkes Kepri telah menyiagakan layanan kesehatan secara ekstra di seluruh puskesmas hingga rumah sakit guna mengantisipasi lonjakan penderita ISPA.
Selain itu, pihaknya turut mendistribusikan masker ke puskesmas untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat supaya terhindar paparan kabut asap.
“Yang paling penting, pakai masker apabila keluar rumah, lalu jaga pola hidup bersih dan sehat, serta minum air putih yang cukup,” ucap dia.
Pemerintah Provinsi Kepri juga mengalihkan pembelajaran tatap muka (PTM) bagi siswa SMA/SMK dan SLB menjadi belajar dari rumah akibat penurunan kualitas udara dampak kabut asap.
Kegiatan belajar dari rumah ini dimulai 15 September 2026 hingga kondisi kualitas udara membaik dan dinyatakan aman.(ant)













