Batam, Posmetrobatam.co: Bintan Hospitality Festival (BiHOF) 2026 akan digelar pada 1 Oktober 2026 di Bintan Plaza, Lagoi Bay, Bintan, dengan mengusung tema “ROOT TO GLASS A Sustainable Journey Through Bintan’s Forgotten Ingredients.”
Tema tersebut mengajak peserta dan pelaku industri hospitality menelusuri perjalanan bahan lokal Bintan, dari sumbernya hingga diolah menjadi minuman. BiHOF 2026 secara khusus menyoroti bahan-bahan lokal yang mulai jarang digunakan atau belum banyak dikenal, tetapi memiliki nilai kuliner dan potensi untuk dikembangkan.
“Tema BiHOF 2026 sangat sejalan dengan komitmen kami untuk mempromosikan Bintan Resorts sekaligus memperkuat identitas Pulau Bintan. Penggunaan bahan lokal bukan sekadar pelengkap, melainkan wujud nyata dari kisah dan keunikan destinasi ini,” ujar Helsa, Head of Marketing and Promotion Bintan Resorts, saat konferensi pers di Grand Mercure, Kota Batam, Senin (14/9).
BiHOF 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan yang meliputi Mixology Competition, Flair Bartending Competition, F&B Training & Exhibition, F&B Showcase, dan Hospitality Night. Rangkaian ini mempertemukan bartender, pekerja hospitality, pelaku usaha, vendor, serta komunitas Food & Beverage dari berbagai daerah di Kepulauan Riau.
Konsep ROOT TO GLASS menggambarkan perjalanan bahan dari sumbernya hingga menjadi minuman di dalam gelas. Peserta dapat mengolah bahan lokal menjadi syrup, infusion, fermentasi, cocktail, maupun mocktail.
Konsep ini juga mendorong praktik berkelanjutan melalui pemanfaatan bahan lokal, pengurangan limbah makanan, penggunaan bagian bahan yang biasanya terbuang, serta dukungan terhadap petani dan komunitas lokal.
Salah satu fokus utama BiHOF 2026 adalah Bintan Forgotten Ingredients, yaitu bahan-bahan lokal yang mulai jarang digunakan atau kurang dikenal, tetapi memiliki karakter, nilai kuliner, dan potensi untuk dikembangkan.
“Bagi kami, ROOT bukan sekadar bahan utama, tetapi tentang kembali melihat apa yang sebenarnya sudah ada di Bintan. Banyak bahan lokal yang mulai jarang digunakan, padahal memiliki karakter dan potensi yang kuat. Melalui ROOT TO GLASS, kami ingin mengenalkan kembali bahan-bahan tersebut dan memberi ruang bagi kreativitas para bartender,” ujar Manahan Purba, Chairman BiHOF 2026.
Dalam Mixology Competition, peserta wajib membuat satu cocktail kreasi dengan minimal satu bahan lokal Bintan sebagai bahan utama. Juri akan menilai rasa dan keseimbangan, penggunaan forgotten ingredient, teknik, keberlanjutan, kreativitas, presentasi, serta storytelling.
Sementara itu, Flair Bartending Competition menantang setiap peserta membuat dua minuman dalam waktu tujuh menit. Peserta harus membuat satu minuman berdasarkan resep atau bahan yang ditentukan panitia dan satu cocktail kreasi yang menggunakan minimal satu Bintan Forgotten Ingredient.
Praktisi berpengalaman akan memimpin proses penjurian. Darren Defretes, yang memiliki pengalaman dalam berbagai kompetisi nasional dan internasional, akan menjadi juri kategori mixology. Sementara kategori flair bartending akan dipimpin Asanova Lawalata, flair bartender profesional sekaligus Ketua Jakarta Bartender Club.
Di luar kompetisi, BiHOF 2026 menghadirkan F&B Training & Exhibition sebagai ruang edukasi dan pengembangan kompetensi bagi insan hospitality. Materi pelatihan mencakup bartending, mixology, pengetahuan minuman, pelayanan, product knowledge, pengendalian biaya, kreativitas menu, hingga pengembangan bisnis F&B.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Hospitality Night, yang mempertemukan insan hospitality dari berbagai daerah di Kepulauan Riau dalam suasana yang lebih santai. Kegiatan ini membuka ruang untuk memperluas jaringan, bertukar pengalaman, dan mempererat hubungan antar pelaku industri.
Melalui BiHOF 2026, ROOT TO GLASS menjadi benang merah yang menghubungkan potensi bahan lokal, kreativitas bartender, praktik berkelanjutan, dan pengembangan komunitas hospitality di Kepulauan Riau.(hbb)













