Kabut Asap Selimuti Kepri, Warga Batam Mulai Rasakan Dampaknya

Batam, Posmetrobatam.co: Kabut asap mulai terasa di sejumlah wilayah Batam. Warga Bengkong mengaku melihat kabut cukup tebal dan merasakan udara lebih panas dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut sejalan dengan laporan BMKG Kota Batam yang menyebut kualitas udara di Kepri, khususnya partikulat halus (PM2.5), telah masuk kategori tidak sehat.

Forecaster BMKG Kota Batam, Riska, mengatakan kondisi udara tersebut berkaitan dengan sebaran asap yang bergerak menuju wilayah Kepri.

Berdasarkan Citra Sebaran Asap Wilayah Indonesia yang diperbarui Jumat (4/9/2026) pukul 08.00 WIB, asap terpantau di wilayah Kepri. Angin membawa asap bergerak ke arah utara hingga timur laut.

Sementara itu, BMKG mendeteksi 23 titik panas di wilayah Kepri pada periode pemantauan pukul 00.00-11.00 WIB. Titik panas tersebut berada pada tingkat kepercayaan sedang (medium confidence).

BACA JUGA:  Bengkong Smiling Morning ke-14, Rudi: Jaga Kekompakan demi Kemajuan Batam

Riska menjelaskan, berdasarkan peta sebaran asap, sumber asap yang memengaruhi Kepri berasal dari wilayah Sumatera. Pergerakan angin kemudian membawa asap menuju wilayah Kepri.

“Kalau dari peta sebaran asap sumber asap berasal dari pulau Sumatera,” katanya, Jumat (4/9).

BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikulat halus.

“Kalau dari data kualitas udara PM2.5 juga sudah masuk kategori tidak sehat. Diharapkan masyarakat menggunakan masker saat berkegiatan di luar ruangan,” ujar Riska.

BMKG juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas fisik berat di luar rumah dan terus memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal resmi BMKG hingga kondisi kembali normal.

BACA JUGA:  Jerebu Menebal di Batam, Operasional Bandara Hang Nadim Batam Tetap Normal

Wati, warga Bengkong, mengaku sudah merasakan dampak kabut asap tersebut. Ia menyebut kabut terlihat cukup tebal dan kondisi udara di Batam terasa lebih panas.

“Sudah terasa kabut tebal. Di Batam juga terasa panas,” pungkas Wati.(hbb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *