33 Sekolah Lansia Tersebar di Kepri, Gelar 12 Kali Kegiatan Diwisuda

Kepri, Posmetrobatam.co: Sebanyak 33 sekolah lansia telah terbentuk dan tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kepri. Hal ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan lansia yang tetap aktif dan berdaya.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepulauan Riau (Kepri), dr. Victor Palimbong mengatakan, sekolah lansia dikembangkan melalui program prioritas Lansia Berdaya (SIDAYA) untuk memberikan edukasi sekaligus mendorong lansia tetap beraktivitas sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Sekolah lansia melakukan kegiatan selama 12 kali. Setelah 12 kali mereka diwisuda menjadi S1. Nanti kalau ada kelas lagi, para peserta bisa lanjut ke S2 dan S3,” ujarnya, Rabu (2/9).

Ia mengatakan, saat ini 33 sekolah lansia tersebar di Batam sebanyak 13 sekolah, Karimun enam, Bintan lima, Natuna empat, Lingga dua, Tanjungpinang dua, dan Kepulauan Anambas satu sekolah.

BACA JUGA:  Kian Istimewa, Safari Ramadan Bupati dan Wakil Bupati Bintan di Kelong Turut Dihadiri Gubernur Kepri

Setiap sekolah lansia memiliki sekitar 30 peserta, maka dapat disimpulkan terdapat sekitar 330 total peserta lansia.

“Untuk keberlanjutan ke jenjang berikutnya menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) terkait,” katanya.

Sebelumnya, pada bulan Juli, terdapat beberapa sekolah lansia yang mulai berkegiatan di Batam seperti di Pulau Buluh dan di Kecamatan Batam Kota.

Victor mengatakan, program SIDAYA terus dikembangkan karena mendapat respons positif dari masyarakat. Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menjaga kesehatan lansia, tetapi juga mendorong mereka tetap produktif dan memiliki aktivitas sosial.

“Para lansia diberdayakan untuk misalkan bekerja atau melakukan aktivitas sesuai dengan kemampuan dia. Jadi itu spirit kita, mempersiapkan bonus demografi yang kedua mulai dari sekarang,” katanya.

BACA JUGA:  Pentingnya Penguatan Sektor Pariwisata Kepri dalam Menyikapi Dinamika Geopolitik Global

Menurutnya, pemberdayaan lansia menjadi penting seiring meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.

Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah lansia di Kepri mencapai 178.824 jiwa.
Selain sekolah lansia, BKKBN Kepri juga terus mengembangkan kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) sebagai wadah keluarga untuk mendapatkan pemahaman mengenai pendampingan dan pengasuhan anggota keluarga lanjut usia.

Melalui program tersebut, BKKBN Kepri mendorong keluarga dan lansia dapat membangun lingkungan yang mendukung agar kelompok usia lanjut tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif.(ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *