Batam, Posmetrobatam.co: Ketua DPC Partai Demokrat Kota Batam, Sahat Parulian Tambunan, mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi kader untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat.
“Kegiatan hari ini kami laksanakan di Kecamatan Sagulung bersama masyarakat. Kami juga mengundang seluruh pengurus DPC Kota Batam dan PAC untuk bersama-sama berbaur dengan masyarakat,” ujar Sahat yang juga anggota DPRD Kota Batam.
Panitia menggelar lima permainan rakyat yang terbuka untuk masyarakat umum. Perlombaan tersebut meliputi kelereng, makan kerupuk, memasukkan paku ke botol, tarik tambang, dan balap karung.
“Kami ingin menampilkan perlombaan-perlombaan rakyat yang memang harus kita pertahankan. Ada lima perlombaan yang kami lakukan hari ini,” katanya.
Panitia menyiapkan total hadiah Rp20 juta dalam bentuk uang tunai. Selain itu, peserta juga berkesempatan mendapatkan hadiah door prize.
Sahat menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan HUT Demokrat. DPC Demokrat Batam juga memanfaatkannya untuk mengonsolidasikan struktur partai, Fraksi DPRD, organisasi sayap, kader, relawan, dan simpatisan.
“Kami ingin memperkuat kedekatan Partai Demokrat dengan masyarakat melalui kegiatan yang sederhana, merakyat, menggembirakan, dan bermanfaat,” terang dia.
Sahat mengatakan rangkaian HUT ke-25 Partai Demokrat masih berlanjut. Sebelumnya, DPC Demokrat Batam telah menggelar kegiatan Indonesia Langit Biru dan Lomba Pidato AHY Muda.
“Ini merupakan rangkaian panjang. Sebelumnya kami sudah melaksanakan kegiatan Indonesia Langit Biru dan lomba pidato AHY Muda. Hari ini, tanggal 23, kami melaksanakan lomba rakyat,” katanya.
Selanjutnya, DPC Demokrat Batam berencana menggelar kegiatan donor darah pada September 2026.
Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Rakyat, Utusan Sarumaha, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Tentunya, terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan ini. Kegiatan hari ini sifatnya universal, ada yang internal dan ada juga yang eksternal karena melibatkan masyarakat umum,” ujarnya.
Menurut Utusan, usia 25 tahun menjadi momentum bagi Partai Demokrat untuk menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik dan berdemokrasi.
“Dengan usia 25 tahun, tentu kami sudah dewasa. Kami mengambil makna kedewasaan itu sebagai kedewasaan berpolitik dan berdemokrasi. Masyarakat boleh menyampaikan pendapat, tetapi juga harus dilakukan secara dewasa,” pungkasnya. (hbb)













