Brida Batam Bahas Penguatan Air dan Energi untuk Dukung Investasi Data Center

Batam, Posmetrobatam.co: Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Batam mendorong penguatan tata kelola air dan energi untuk mengimbangi investasi data center yang terus berkembang di Batam.

Brida membahas kebutuhan tersebut melalui Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Tata Kelola Air dan Energi Kota Batam untuk Mendukung Investasi Data Center dan Pelayanan Publik Berkelanjutan, Kamis di Harper Nagoya Hotel, Batam (12/8).

Kepala Brida Batam, Efrius, mengatakan forum tersebut menghadirkan sejumlah pihak yang berkaitan langsung dengan pengembangan data center. Para narasumber memaparkan rencana dan perkembangan investasi data center di Batam.

“Kami mendengarkan penjelasan dari berbagai sumber, seperti BP Batam, BUPP KEK Nongsa, KIT Kabil, Direktur PT Sarana Tamarin Power, serta masukan dari Bappeda Batam,” kata Efrius.

Ia menyebut Batam menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian untuk pengembangan investasi data center. Karena itu, Brida mengumpulkan berbagai masukan untuk menjadi bahan rekomendasi kepada pimpinan daerah.

Menurut Efrius, perkembangan data center akan meningkatkan kebutuhan air dan energi. Kondisi tersebut perlu diantisipasi agar investasi tetap berjalan tanpa mengganggu pelayanan dasar kepada masyarakat.

“Memang akan berdampak terhadap kebutuhan air masyarakat Batam. Namun, pimpinan sangat konsen terhadap investasi ini,” ujarnya.

Brida, lanjutnya, akan merangkum hasil setiap FGD dalam bentuk policy brief atau rekomendasi kebijakan. Langkah itu penting untuk membantu pemerintah mengambil kebijakan yang tepat dalam menghadapi perkembangan investasi data center.

“Harus ada penguatan energi, penguatan air, dan peningkatan pelayanan masyarakat. Dengan begitu, investasi ini bisa lebih menguntungkan Batam dan memberikan dampak ekonomi yang berkesinambungan,” katanya.

FGD tersebut menghadirkan Wakil Direktur SPAM Hulu BP Batam Lusy Novita, BUPP KEK Nongsa KIT Kabil Peter Vincent, Direktur PT Utama Tamarin Tower Nyoman Suwarjoni Astawa, serta Wakil Rektor Universitas Batam Mohamad Gita Indrawan.(hbb)

Exit mobile version