Batam TPK Pacu Pengembangan Batu Ampar

Siap Tampung 1,6 Juta TEUs dan Bidik Hub Logistik Internasional

Batam, Posmetrobatam.co: PT Batam Terminal Peti Kemas memacu pengembangan Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar untuk menjadi pelabuhan peti kemas modern berstandar internasional. Melalui proyek tersebut, kapasitas terminal ditargetkan meningkat hingga 1,6 juta TEUs per tahun sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai gerbang logistik di kawasan.

Direktur PT Batam Terminal Peti Kemas, Basori Alwi, mengatakan pengembangan terminal merupakan amanat konsesi yang diberikan BP Batam kepada TPK. Sementara operasional terminal dijalankan oleh PT Batu Ampar Container Terminal (BACT) sebagai mitra operator.

“Masih banyak yang menganggap TPK dan BACT adalah perusahaan yang sama. Padahal TPK fokus pada pengembangan terminal, sedangkan BACT menjalankan operasional dan pelayanan kepada pengguna jasa,” kata Basori saat Media Gathering di Kantor TPK Batu Ampar, Rabu (5/8)

Basori menjelaskan kedua perusahaan memiliki peran yang saling melengkapi. Sinergi tersebut menjadi fondasi untuk mempercepat pembangunan terminal sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan di Batu Ampar.

BACA JUGA:  Sekdaprov Ikuti Monitoring dan Evaluasi Capaian Universal Coverage Jamsostek Kepri

Dalam masa konsesi selama 36 tahun, TPK menyiapkan pengembangan kawasan terminal sekitar 30 hektare yang disertai pembangunan infrastruktur dan penambahan peralatan bongkar muat. Di antaranya enam unit Ship to Shore (STS) Crane dan sekitar 20 unit alat pendukung operasional.

“Seluruh studi pengembangan telah selesai. Target kami, terminal berkapasitas 1,6 juta TEUs sudah mulai beroperasi pada 2028 hingga 2029,” ujarnya.

Saat ini arus peti kemas di Batam mencapai sekitar 900 ribu TEUs setiap tahun. Namun aktivitas tersebut masih tersebar di beberapa pelabuhan. Karena itu, TPK bersama BP Batam dan Bea Cukai mendorong agar pelayanan peti kemas dipusatkan di Batu Ampar sehingga proses pengawasan dan pelayanan menjadi lebih efisien.

Basori menilai peluang pertumbuhan tidak hanya berasal dari aktivitas ekspor dan impor Batam. Perusahaan juga membidik pasar transshipment dengan target tambahan sekitar satu juta TEUs melalui perpindahan peti kemas internasional.

BACA JUGA:  Li Claudia Hadiri Resepsi Kenegaraan HUT ke-60 Singapura

Untuk merealisasikan target tersebut, TPK memperkuat kerja sama dengan BACT dan sejumlah perusahaan pelayaran internasional, termasuk SITC. Langkah itu diharapkan membuka lebih banyak rute pelayaran langsung ke Batam.

Ke depan, TPK ingin kapal-kapal besar milik perusahaan pelayaran dunia seperti CMA CGM, Maersk, dan Wan Hai dapat bersandar langsung di Batu Ampar. Dengan demikian, distribusi barang ke Timur Tengah, Eropa, Amerika Serikat, Australia, hingga berbagai negara Asia tidak lagi bergantung pada pelabuhan negara lain.

Menurut Basori, posisi Batam yang berada di jalur pelayaran internasional menjadi keunggulan yang harus dimanfaatkan. Apalagi setelah pengerukan alur pelayaran dan pendalaman kolam pelabuhan selesai, Batu Ampar akan mampu melayani kapal berkapasitas besar.

Saat ini Batam telah terkoneksi dengan 32 pelabuhan internasional. TPK pun terus memperluas jaringan pelayaran langsung ke India, Timur Tengah, Eropa, Afrika, Australia, Papua Nugini, hingga menargetkan pembukaan rute menuju Amerika Serikat pada tahap pengembangan berikutnya.

BACA JUGA:  Ketua TP-PKK Kepri Hadiri Kegiatan Expo Bintan Sejahtera

Basori menegaskan pengembangan Terminal Peti Kemas Batu Ampar tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas pelabuhan, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Batam dan memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan logistik global.

“Kami mengapresiasi dukungan media yang terus mengawal perkembangan sektor kepelabuhanan. Sinergi ini penting agar masyarakat mengetahui kemajuan pembangunan yang sedang kami lakukan,” tutup Basori.(hbb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *