Batam, Posmetrobatam.co: Pemerintah Kota (Pemko) Batam mempercepat persiapan pembangunan Taman Budaya Batam sebagai pusat pelestarian seni dan budaya Melayu sekaligus ruang berkarya bagi berbagai paguyuban etnis di Kota Batam.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pemerintah telah meminta Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) segera menuntaskan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pelaksanaan pembangunan. Taman Budaya akan memanfaatkan kawasan Gedung Beringin dan dikembangkan menjadi pusat aktivitas para seniman serta budayawan Batam.
“Kami minta pematangan DED untuk Taman Budaya agar pembangunan bisa segera direalisasikan,” kata Amsakar, Kamis (30/7).
Amsakar menegaskan Batam merupakan kota multikultural yang dihuni berbagai suku dan etnis. Kekayaan budaya tersebut perlu difasilitasi melalui sebuah ruang representatif agar dapat berkembang sekaligus menjadi daya tarik wisata.
Menurutnya, berbagai paguyuban seperti masyarakat Minangkabau, Flores, Sumatera Utara, dan etnis lainnya selama ini rutin menampilkan atraksi budaya. Kehadiran Taman Budaya akan menjadi tempat berkumpul dan menampilkan kekayaan budaya tersebut kepada masyarakat maupun wisatawan.
“Taman Budaya akan menjadi ruang bersama bagi seluruh komunitas seni dan budaya. Selain melestarikan budaya lokal, keberadaannya juga diharapkan mampu memperkuat sektor pariwisata Batam,” ujarnya.
Ia menambahkan pembangunan Taman Budaya sejalan dengan visi Batam sebagai bandar dunia yang madani, maju, berkelanjutan, berbudaya, serta menjadi pusat investasi dan pariwisata terdepan di Indonesia.
Saat ini, pembangunan masih memasuki tahap perencanaan. Konsultan perencana bersama Konsultan Manajemen Konstruksi tengah melakukan kajian teknis terhadap Gedung Beringin sekaligus menyusun DED.
Kajian tersebut meliputi pemeriksaan kondisi bangunan, kekuatan struktur, serta kebutuhan pengembangan kawasan agar pembangunan dapat dilaksanakan secara optimal.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Azril Apriansyah, mengatakan penyusunan DED telah dimulai dan ditargetkan rampung pada November 2026 sesuai kontrak.
“Setelah DED selesai, proyek akan masuk tahap lelang pembangunan fisik,” katanya.
Pemko Batam menyiapkan anggaran sekitar Rp50 miliar pada 2027 untuk merealisasikan pembangunan Taman Budaya. Besaran anggaran tersebut masih akan disesuaikan dengan hasil perhitungan kebutuhan setelah DED selesai.(hbb)
