Dibanding 2025, Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 Dinilai Lebih Cepat dan Efisien

69

Kepri, Posmetrobatam.co: Persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dinilai berjalan lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan tahun 2025. Pasalnya, semua proses dokumen dan manasik telah selesai saat bulan Ramadhan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kepulauan Riau (Kanwil Kemenhaj) Kepri,  Muhammad Syafii mengatakan, percepatan terlihat dari kesiapan dokumen, penyelesaian visa, hingga pelaksanaan manasik haji yang telah rampung lebih awal.

“Yang berbeda tahun ini, persiapannya jauh lebih cepat. Kami lebih fokus pada penyelesaian dokumen dan manasik. Bahkan saat Ramadhan, seluruh proses itu sudah selesai,” ujarnya, Senin (20/4).

Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya proses manasik dan visa masih berjalan setelah Ramadhan.
Namun, pada tahun ini seluruh tahapan tersebut telah dituntaskan lebih dini sehingga jamaah tinggal menunggu keberangkatan.

BACA JUGA:  Kejati Kepri Siap Eksekusi Kapal Super Tanker MT Arman 114

“Sekarang semuanya sudah siap, termasuk penyusunan kloter. Jadi jamaah tinggal datang ke asrama haji dan berangkat,” katanya.

Selain itu, terdapat perubahan dalam distribusi kartu nusuk bagi jamaah.

“Tahun ini kartu nusuk sudah kita bagikan di sini. Jadi saat berangkat, jamaah sudah memegangnya. Proses aktivasi juga dibantu oleh tim Syarikah bersama tim kami,” katanya.

Dari sisi layanan, Kemenhaj Kepri juga memastikan kesiapan fasilitas bagi jamaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.

Sebanyak 25 kursi roda bantuan pemerintah daerah disiagakan, ditambah dukungan dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK).

“Kami prioritaskan lansia agar tidak menunggu lama. Layanan kesehatan juga kami tingkatkan dan kami tambah petugas agar prosesnya lebih cepat dan nyaman,” ujar Syafii.

BACA JUGA:  Komisi II DPR RI Bahas Pengelolaan Perbatasan Negara di Natuna

Ia menambahkan skema murur juga telah dipersiapkan untuk mendukung mobilitas jamaah lansia dan disabilitas saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

“Untuk jamaah yang membutuhkan seperti lansia misalnya, nanti dari Arafah bisa langsung ke Mina tanpa harus turun di Muzdalifah, itu skema murur. Ini untuk memudahkan mereka,” katanya.(ant)