Melaut Sendirian, Nelayan Sembulang Dilaporkan Hilang di Laut Pulau Galang

61

Kepri, Posmetrobatam.co: Seorang nelayan bernama Jafaar (50 tahun) dilaporkan terjatuh dan hilang di sekitar Perairan Tanjung Budus, Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Kini, Tim SAR gabungan sedang mencari korban.

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli mengatakan, korban dilaporkan hilang pada Kamis (18/6) sekitar pukul 16.00 WIB.

“Laporan kejadian itu disampaikan kerabat korban melalui Com Center SAR Tanjungpinang pada Jumat (19/6) pukul 06.45 WIB,” kata Fazzli, Jumat (19/6).

Berdasarkan laporan, kata Fazzli, peristiwa bermula ketika korban Jafaar pergi melaut sendirian menggunakan long boat pada Kamis (18/6)  siang, sekitar pukul 13.00 WIB. Korban merupakan warga Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Batam.

Tiga jam berselang atau tepatnya pada pukul 16.00 WIB warga setempat dikejutkan dengan penemuan long boat milik korban yang mengapung di sekitar Perairan Tanjung Budus.

BACA JUGA:  Sembako Murah Subsidi Sasar Warga Bengkong

Saat ditemukan, kondisi mesin kapal masih dalam keadaan menyala, namun korban sudah tidak berada di atasnya.

Pihak keluarga bersama masyarakat setempat sempat melakukan upaya pencarian mandiri, namun hingga saat ini keberadaan Jafaar yang diketahui memiliki riwayat penyakit asma tersebut masih belum ditemukan.

Setelah menerima laporan kejadian itu, kata dia, Tim Rescue Kantor SAR Tanjungpinang yang berkekuatan enam personel langsung bergerak menuju Lokasi Kejadian Perkara (LKP) menggunakan Rigid Bouyancy Boat(RBB).

Lokasi pencarian tersebut berjarak sekitar 14,5 Nautical Mile (Nm) dari Dermaga Dompak, Tanjungpinang.
Operasi pencarian hari pertama ini melibatkan unsur SAR gabungan dari Kantor SAR Tanjungpinang, Ditpolair Polda Kepri, Pol Air Polresta Barelang dan Polsek Galang.

BACA JUGA:  Lepas dari Penangkaran Pulau Bulan, Buaya Ditangkap Warga di Pulau Geranting

Selain aparat penegak hukum dan tim penyelamat, para nelayan sekitar beserta masyarakat setempat turut bahu-membahu menyisir area perairan guna mempercepat penemuan korban.

“Perkembangan lebih lanjut mengenai hasil operasi gabungan ini akan disampaikan secara berkala,” papar Fazzli.(ant)