Batam, Posmetrobatam.co: National Marpolex (National marine pollution exercise) 2025 atau latihan bersama penanggulangan tumpahan minyak di laut secara national digelar di Pelabuhan Umum Bintang 99 Persada, Batuampar, Selasa (18/11). Namun, safety penyelamatan korban menjadi sorotan.
Kegiatan ini diselenggarakan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI dari tanggal 17-19 November 2025.
Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) Kemenhub RI, Capt Hendri Ginting langsung turut mengawal acara tersebut, dengan naik KN Sarotama P112 dari dermaga biasa tempat bersandar KM Kelud di Bintang 99. Sejumlah kapal ikut dalam simulasi tersebut hingga hilang dari pandangan mata.
Beberapa jam kemudian, datang skoci petugas KPLP membawa dua korban ABK (dari manikin) yang mengenakan wearpack. Tanpa pakai tandu, tubuh korban diangkat dengan cara diangkat dan dijulurkan ke atas dermaga. Selanjutnya dibawa ambulan ke rumah sakit.
Pemandangan itu menjadi tanda tanya para hadirin, karena petugasnya terkesan tidak profesional dan ‘asal-asalan’.
“Masak begitu cara penyelamatan korban, harusnya pakai tandu, diperlakukan seperti layaknya jika terjadi kecelakaan pada manusia,” kata seorang warga yang hadir di acara tersebut.
Di sela-sela kegiatan Capt Hendri mengatakan, dalam skenario latihan tersebut ada kapal tanker dan cargo tabrakan dan terbakar. Hingga terjadi tumpahan minyak ke laut sebanyak sekitar 50 ribu kiloliter. Dan dua orang ABK jatuh ke laut.
Agar tumpahan minyak tak menyebar memakai alat oil boom (alat pengendali tumpahan minyak). Namun alat itu tidak terlihat diturunkan saat sesi latihan tersebut. Namun Capt Hendri menampik dan menyebut alat tersebut dipakai dalam latihan itu. Dalam simulasi ini melibatkan 24 kapal. Dua di antaranya adalah kapal negara (KN).
Agenda Acara 3 Hari, Dilaksanakan 2 Hari
Seyokyanya sesuai jadwal, kegiatan Marpolex dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 17 – 19 November 2025. Tapi pelaksanaannya hanya digelar 2 hari.
Capt Hendri mengatakan, kegiatan yang dilakukan pihaknya selesai pada tanggal 18 November. Dan pada tanggal 17, tambahnya, telah dilakukan latihan di hotel, agar semuanya melakukan perannya dengan baik.
“Secara umum (agendanya) hari ini selesai (18 November 2025). Tadi terakhir dilakukan sailing pass (parade kapal). Kita juga menunjukkan ke luar bahwa kami dari semua unsur siap semua menjaga perairan kita sebaik-baiknya,” katanya.(*)









