
Tanjungpinang, Posmetrobatam.co: Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Mr. Abdalfatah A. K. Al Sattari, di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (15/7).
Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan persahabatan antara Kepulauan Riau dan Palestina, sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama masyarakat untuk terus mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina melalui berbagai aksi kemanusiaan dan diplomasi persaudaraan.
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar mengingatkan bahwa hubungan Indonesia dan Palestina telah terjalin erat sejak masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Palestina menjadi salah satu pihak pertama yang memberikan pengakuan secara de facto terhadap kemerdekaan Republik Indonesia melalui dukungan Mufti Besar Palestina Syekh Muhammad Amin Al-Husaini bersama Muhammad Ali Taher pada 6 September 1944.
“Hubungan persaudaraan antara Indonesia dan Palestina telah terukir indah dalam lembaran sejarah. Hingga hari ini, kita terus mengikuti perkembangan kondisi saudara- saudara kita di Palestina. Perjuangan Palestina adalah simbol ketegaran kemanusiaan yang mengetuk hati kita semua,” ujar Ansar.
Menurut Ansar, Palestina memiliki makna yang sangat mendalam, tidak hanya dari sisi kemanusiaan, tetapi juga bagi umat Islam. Palestina merupakan negeri para nabi dan tempat berdirinya Masjidil Aqsa, kiblat pertama umat Islam sekaligus situs suci ketiga setelah Masjidil Haram dan Masjidil Nabawi.
Ia menegaskan masyarakat Kepulauan Riau akan terus memberikan dukungan moral maupun kemanusiaan kepada rakyat Palestina melalui berbagai aksi solidaritas yang selama ini digalang oleh pemerintah bersama berbagai elemen masyarakat.
“Aksi kemanusiaan masyarakat Kepulauan Riau untuk Palestina menjadi wujud nyata cinta, empati, dan tanggung jawab kemanusiaan kami dalam meringankan beban saudara-saudara di Palestina,” katanya.
Ansar berharap kunjungan Duta Besar Palestina dapat membuka peluang kerja sama yang lebih konkret di berbagai bidang sekaligus semakin memperkuat hubungan persahabatan antara kedua belah pihak.
“Kami berharap kunjungan ini membawa pesan kuat kepada dunia internasional bahwa pemerintah dan masyarakat Kepulauan Riau akan selalu konsisten menyuarakan perdamaian dunia serta mendukung hak kemerdekaan penuh bagi bangsa Palestina,” tegasnya.
Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Mr. Abdalfatah A. K. Al Sattari, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Ia mengaku merasa seperti berada di rumah sendiri selama berada di Indonesia.
“Saya mendengar Pak Gubernur adalah pemimpin yang luar biasa. Terima kasih atas sambutan yang sangat hangat. Saya merasa seperti berada di rumah sendiri,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap masyarakat Indonesia yang dinilainya memiliki ketulusan, keramahan, serta kepedulian yang tinggi terhadap perjuangan rakyat Palestina.
“Saya sudah mengunjungi banyak negara, tetapi Indonesia adalah negara yang sangat indah. Orang Indonesia selalu tersenyum, ramah, dan memiliki kecintaan yang luar biasa kepada Palestina. Atas nama rakyat Palestina, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” katanya.
Mengenai situasi di tanah kelahirannya, Abdalfatah mengakui rakyat Palestina masih menghadapi penderitaan akibat konflik yang berkepanjangan. Meski demikian, ia menegaskan rakyat Palestina tetap tabah dan meyakini bahwa kemerdekaan akan terwujud.
“Kami yakin Palestina akan merdeka. Kami percaya Masjidil Aqsa akan kembali bebas dan suatu hari nanti kita semua dapat melaksanakan salat di Masjidil Aqsa dalam suasana damai,” ucapnya.
Ia juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menjaga persaudaraan dengan rakyat Palestina dan menganggap dirinya sebagai bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia.
“Terimalah saya sebagai saudara kalian. Kami akan terus belajar dari Indonesia, bangsa yang penuh keramahan dan persaudaraan,” tuturnya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sespri Duta Besar Palestina Febri, Dr. Mahmoud Asfour, Dato’ Hardi S. Hood, Ketua Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau Raja Al Hafidz, Kepala Dinas Pariwisata Hasan, Kepala Dinas Kebudayaan Herry Andrianto, serta Kepala Biro Umum Setda Provinsi Kepulauan Riau Endri Joko Satrio.(zah/*/pemprovkepri)








