Polda Kepri Bersinergi dengan Organisasi Pengusaha Korea Terkait TPPO hingga Peredaran Rokok Ilegal

334

Batam, Posmetrobatam.co: Polda Kepri bersinergi dengan organisasi pengusaha Korea di Indonesia atau Korea Trade Investment Promotion Agency (KONTRA), guna mencegah kejahatan lintas negara seperti narkoba, peredaran rokok ilegal dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Polda Kepri siap bersinergi dalam edukasi, pelatihan dan pengawasan guna mencegah kejahatan lintas negara,” kata Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Anom Wibowo dalam keterangannya, Sabtu (12/7).

Sinergitas antara Polda Kepri dan Korea Trade Investment Promotion Agency (KONTRA) ini dibahas dalam pertemuan antara Wakapolda Kepri dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) KONTRA di Batam, pada Jumat (11/7).

Dalam pertemuan itu, dibahas sejumlah isu strategis yang akan dikolaborasikan oleh Polda Kepri dan KONTRA, yakni penanganan narkoba dan TPPO di Batam.

BACA JUGA:  Polda Kepri Serahkan 10 Korban Meninggal Kepada Keluarga, Jenazah Alami Luka Bakar

Kemudian, upaya pencegahan TPPO melalui pelatihan dan edukasi kepada calon pekerja migran; serta dukungan kerja sama dengan perusahaan korea (KT&G/ GMG) dalam mendukung kampanye anti-TPPO dan pelatihan keterampilan.

Juga dibahas dukungan Polda Kepri terhadap pengawasan perbatasan guna mencegah peredaran rokok ilegal.

Pertemuan itu juga dihadiri pejabat utama Polda Kepri, di antaranya Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kombes Pol. Silvester, Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kombes Pol. Ade Mulyana.

Menanggapi Wakapolda Kepri, pihak KONTRA yang diwakilkan Lee Jang Hee menyambut positif sinergi di antara kedua belah pihak dan menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti program pelatihan keterampilan serta kampanye publik bersama Polda Kepri.

BACA JUGA:  Polda Kepri Tahan 7 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek di Pelabuhan Batu Ampar, Ditangkap di Bali hingga Jakarta

“Kami berterima kasih atas dukungan Polda Kepri dan berharap program kerja sama ini segera berjalan,” kata Lee Jang Hee.

Setelah pertemuan tersebut, Polda Kepri dan KONTRA sepakat membentuk tim teknis untuk menyusun konsep pelatihan bagi calon migran dan memperkuat upaya pencegahan TPPO di wilayah rawan.

Sejak 2019, pemerintah Korea Selatan telah mempromosikan Batam kepada sejumlah pengusahanya. Hal itu disampaikan dalam pertemuan Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta, tanggal 22 Oktober 2019.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan investasi.
Kerja sama BP Batam dan Korea Selatan sudah terjadi sejak 2006. Selain itu, jumlah wisatawan negeri ginseng itu peringkat keempat terbanyak.(ant)

BACA JUGA:  Di Tengah Cuaca Tak Menentu, Petugas di Bintan Antar Bantuan untuk 167 Korban Puting Beliung