Posmetrobatam.co: Tim gabungan yang terdiri dari kelurahan Sei Lakam Barat, Dinas PUPR, Dinas Sosial dan Satpol PP melakukan penertiban seorang wanita paruH baya yang mendiami tangga masuk Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Jalan A. Yani, Kolong, Kelurahan Sei Lakam Barat, Kecamatan Karimun, Kamis (11/6).
Penertiban ini dilakukan lantaran melihat kondisi JPO yang kotor, membuat warga enggan menaiki JPO lantaran terganggu wanita tersebut yang menjadikan seolah JPO sebagai rumahnya.
Ditambah lagi sejumlah barang, hingga sampah sang wanita tersebut yang menumpuk dan dianggap sebagai barang-barang miliknya, makin membuat lokasi tak nyaman.
Menyikapi kondisi tersebut, tim pun melakukan penertiban guna memfungsikan kembali JPO sebagaimana mestinya.
Tanpa perlawanan, wanita paruh baya yang saat di ajak dialog mengaku bernama Waiti (59) ini pun akhirnya berhasil di bujuk untuk kembali ke rumahnya. Bahkan ia juga mengambil kacamata hitam dari tas usangnya. Tampa ragu langsung mengenakan kacamata dan bergaya.
“Luna Maya, ini,” ucapnya yang membuat semua yang hadir tertawa.
Waiti yang mengalami gangguan kejiwaan itu pun sering di panggil “Luna Maya” oleh warga.
“Biasa kami panggil Luna Maya, mau juga di balek rumah, biasa kalau di ganggu budak-budak di pegi lagi dari rumah,” ucap warga singkat.
Bukan kali ini saja penertiban dilakukan, namun penertiban sudah berulang dilakukan, akan tetapi wanita itu kembali lagi mendiami JPO.
Lurah Sei Lakam Barat, Dharma yang dikonfirmasi menyatakan, aksi penertiban ini sudah berulang. Namun ia kembali lagi ke JPO. Bahkan penertiban sebelumnya sempat terjadi perlawanan.
“Kita sudah beberapa kali menertibkan namun yang bersangkutan kembali lagi. Dulu sudah diantar ke rumahnya di RT07/ RW02, namun ia kembali, kali ini kita bersama tim kembali menertibkannya dengan mengantarnya kembali ke rumahnya, semoga tidak kembali lagi ke JPO,” ucap Dharma di lokasi.
Sementara Kadis PUPR, Raja Machrizal yang juga turun ke lokasi mengatakan, kehadirannya guna membantu penertiban dengan melakukan kegiatan sosial sekaligus memastikan JPO kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
“Hari ini kita melakukan kegiatan sosial bersama Pol PP, Dinas Sosial dan Lurah terkait, untuk membujuk wanita yang lama mendiami tangga naik JPO, dan Alhamdulillah berhasil. Ini juga salah satu cara kita dalam melakukan tindakan memanusiakan manusia, dengan mengantarnya kembali ke rumahnya,” terang Raja Machrizal.
Ia juga berharap yang bersangkutan tidak lagi kembali ke JPO yang jelas-jelas tidak layak sebagai rumah.
Kalau sebelumnya sempat melakukan perlawanan, penertiban kali ini justru tanpa perlawanan. Waiti yang juga mengalami gangguan kejiwaan tersebut terlihat dengan mudah mengikuti petugas saat digiring naik ke mobil milik Pol PP. Setelah berhasil membawa sang wanita naik ke mobil petugas langsung membawa ke rumah tinggal sederhana yang dulu sudah di bangun diatas tanah kosong yang diakui milik keluarganya.
Sesampainya di rumah berdinding seng tersebut, terlihat kotor dan penuh sampah di bagian dalam rumah. Membuat akhirnya petugas dibantu RT setempat melakukan pembersihan agar Waiti nyawan tinggal di rumah tersebut.
Bahkan Dinas Sosial yang juga turun ke lokasi rumahnya melakukan pendataan dan segera akan berusaha melakukan perbaikan sementara dengan menutupi atap rumah yang terlihat bocor dengan kembes untuk sementara menunggu perbaikan nantinya.
Kepala Dinas Sosial, Rachmadi menyampaikan, pihak nya akan segera melakukan kordinasi guna melakukan bantuan-bantuan agar yang bersangkutan dapat tinggal di rumahnya dengan layak.
“Kita hari ini melihat langsung ke lokasi rumahnya, untuk kemudian melakukan kordinasi agar yang bersangkutan bisa mendapatkan bantuan, dengan tujuan yang bersangkutan dapat hidup layak. Selain itu juga kita melihat kondisi nya saat ini dapat kita katagorikan sebagai warga miskin ekstrim. Untuk itu yang paling utama kita koordinasikan ke Dinas Kependudukan untuk mendapatkan indetitasnya, ” tegas Rachmadi.
Selain itu pihaknya juga mengajak masyarakat untuk dapat saling membantu dan mengawasi yang bersangkutan. Melihat kondisinya sedikit mengalami gangguan mental.
Tim pun yang sempat berdialog langsung di rumahnya. Tim meminta agar ia tidak lagi kembali ke JPO.
Usai berhasil memindahkan kembali Waiti ke rumahnya. Pihak Dinas PUPR pun langsung melakukan pembersihan diarea JPO yang dijadikan rumah oleh Waiti. Agar kembali bersih dan nyaman dilalui warga.(ria)









