Wamen UMKM Tinjau Kawasan Jodoh Batam, Tegaskan Revitalisasi Bukan Penggusuran

140

Batam, posmetrobatam.co: Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Helvi Yuni Moraza, meninjau kawasan Tanjung Pantun, Kelurahan Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Jumat (9/1/2025).

Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari rencana penataan kawasan sekaligus penguatan peran UMKM di wilayah tersebut.

Kunjungan tersebut dilakukan bersama Anggota/Deputi Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto, Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Francis, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batam Salim, serta jajaran terkait lainnya.

Dalam kesempatan itu, Wamen UMKM berdialog langsung dengan masyarakat dan para pedagang. Seorang warga yang telah bermukim di kawasan Jodoh sejak 1986 menyampaikan harapannya agar penataan kawasan dilakukan secara adil dan melibatkan pedagang yang benar-benar menggantungkan hidupnya di lokasi tersebut.

“Jodoh ini kawasan pertama di Batam. Saya sudah di sini sejak 1986. Kami mendukung pemerintah, tapi tolong didata pedagang yang memang berkepentingan. Jangan sampai yang tidak punya kepentingan justru mengambil tempat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Importir Selundupkan Spare Part Motor Harley Davidson Dicampur Barang Berdokumen Pabean ke Batam

Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza mengatakan, kunjungannya ke kawasan Jodoh merupakan undangan dari BP Batam dan Pemerintah Kota Batam untuk melihat langsung konsep besar menjadikan Batam sebagai pusat perdagangan sekaligus kota wisata belanja.

Ia menegaskan, Kementerian UMKM siap berkolaborasi mendukung penataan kawasan melalui pembinaan, pendampingan, hingga membuka akses pembiayaan dan pasar bagi pelaku UMKM.

“Kami mendukung penuh upaya ini, apalagi Batam memiliki misi menjadi pusat investasi nasional dan wisata belanja, tanpa meninggalkan nilai budaya dan sejarah. Kawasan Jodoh menjadi salah satu spot penting dalam rencana tersebut,” kata Helvi.

Menurutnya, revitalisasi kawasan tidak boleh dimaknai sebagai penggusuran. Pedagang dan pelaku usaha mikro tetap berada di lokasi yang sama, namun dikelola dengan konsep yang lebih tertata, bersih, dan menarik.

BACA JUGA:  Kenduri Seni Melayu di Batam Masuk Ajang Kharisma Event Nusantara 2025

“Revitalisasi bukan penggusuran. Mereka tetap di sini, hanya saja kita tata agar kawasan ini nyaman, rapi, dan mendukung aktivitas UMKM,” tegasnya.

Helvi juga menekankan pentingnya sosialisasi dan dialog terbuka dengan masyarakat. Pemerintah, kata dia, akan mengundang para pedagang untuk duduk bersama membahas konsep penataan, skema pembiayaan, hingga pola pembinaan usaha.

“Pemerintah sudah menyiapkan fasilitas pembiayaan, mulai dari ultra mikro hingga mikro. Untuk usaha kuliner misalnya, pembiayaan ultra mikro bisa di bawah Rp15 juta. Semua akan kita bahas bersama agar UMKM bisa tumbuh berkelanjutan” jelasnya.

Selain itu, Helvi mengingatkan agar penataan kawasan tetap memperhatikan nilai heritage dan sejarah Jodoh sebagai salah satu kawasan awal perkembangan Kota Batam.

“Ada bagian sejarah yang harus dijaga. Kita hanya memberi sentuhan agar lebih rapi dan tertata, dengan pendekatan pelestarian,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota/Deputi Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto menegaskan bahwa penataan kawasan masih berada pada tahap inisiasi dan belum mengarah pada penertiban atau penggusuran pedagang kaki lima.

BACA JUGA:  44 Biksu Thudong dari Bangkok Tiba di Batam, Tujuan Akhir Candi Borobudur

“Untuk penertiban PKL belum sejauh itu. Kita masih dalam tahap pendataan dan akan bekerja sama dengan APKLI. Prinsipnya, kita bekerja bertahap dan realistis,” katanya.

Mouris menilai kehadiran Wamen UMKM menjadi sinyal kuat bahwa penataan kawasan Jodoh dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

“Ini menunjukkan bahwa penataan kawasan Jodoh bukan wacana. Tapi semua pihak harus terlibat, tidak bisa berjalan sendiri,” ujarnya.

Ke depan, kawasan Tanjung Pantun Jodoh direncanakan ditata menyerupai pedestrian mall terbuka dengan zonasi khusus untuk kuliner, fesyen, dan oleh-oleh. Kantong parkir akan disiapkan, lingkungan diperbaiki, serta pelibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam proses penataan.

“Kita ingin masyarakatnya hidup dan berkembang dulu, lalu kawasannya kita rapikan bersama. Semua akan dibahas secara terbuka,” pungkasnya. (hbb)