SPMB Sekolah Negeri Provinsi Kepri Dipertanyakan – Daftar SMA di Tanjungpinang Diterima SMA di Batam

91
Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau menggelar rapat kerja bersama Dinas Pendidikan Kepri untuk mengevaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK/SLB Negeri Tahun 2026.

Batam, Posmetrobatam.co: Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau menggelar rapat kerja bersama Dinas Pendidikan Kepri untuk mengevaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK/SLB Negeri Tahun 2026. Rapat berlangsung di Graha Kepri, Batam Centre, Selasa (07/07/2026).

Rapat diikuti Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Capt. Luther Jansen, M.Mar., MM didampingi Sekretaris Komisi IV Bobby Jayanto, S.Ip. Hadir pula anggota Komisi IV, yakni Aman, S.Pd, MM, Ririn Warsiti, SE, MM, Ir. Onward Siahaan, SH, M.Hum, Hj. Rohani, S.AP, Azis Martindaz, S.Pd, dan Januar Robert Silalahi, S.I.Kom. .

Turut hadir Ketua Komisi III DPRD Kepri Teddy Jun Askara, SE, MM, anggota DPRD Kepri Rudy Chua, SE, MH, serta Kepala Dinas Pendidikan Kepri Dr. Andi Agung, SE, MM beserta jajaran.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kepri, Bobby Jayanto, menjelaskan bahwa rapat digelar sebagai tindak lanjut atas berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan SPMB 2026, terutama banyaknya calon peserta didik yang belum mendapatkan sekolah pada tahap pertama.

BACA JUGA:  Rangkaian Pembinaan Akhlak Mulia 2025, Ajak Ibu-Ibu Perkuat Kebersamaan

Menurutnya, DPRD menerima banyak pengaduan dari masyarakat yang khawatir anak-anak mereka belum diterima masuk sekolah negeri.

“Kami mendapatkan banyak keluhan dari para orang tua yang khawatir karena anak-anaknya belum diterima masuk sekolah,” ujar Bobby.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Luther Jansen, meminta Disdik Kepri segera mencari solusi atas berbagai kendala yang terjadi selama proses penerimaan murid baru.

“Kami minta Disdik Kepri dapat mencari solusi dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi selama pelaksanaan SPMB. Ini harus menjadi evaluasi agar ke depan bisa lebih baik lagi,” katanya.

Dalam rapat tersebut, DPRD Kepri juga menyampaikan berbagai temuan dan laporan masyarakat, mulai dari calon siswa yang gagal diterima di sekolah tujuan hingga dugaan kejanggalan dalam mekanisme seleksi.

Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Aman, menilai persepsi masyarakat mengenai sekolah favorit masih menjadi persoalan yang menyebabkan penumpukan pendaftar di sekolah tertentu, sementara sekolah lain masih kekurangan siswa.

Ia mengungkapkan, khusus untuk SMK negeri di Kota Batam, masih terdapat 2.803 calon siswa yang belum diterima, sedangkan sisa daya tampung hanya 2.173 kursi.

BACA JUGA:  Pendaftaran SPMB SMA/SMK di Kepri Dimulai

“Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 630 kursi yang perlu mendapatkan solusi, ke mana mereka nantinya akan disalurkan?” ujar Aman.

Ia juga menyoroti calon siswa yang gagal lolos melalui jalur domisili meski jarak rumah ke sekolah tujuan hanya sekitar 800 meter. Menurutnya, hingga kini sebagian siswa masih bertahan dan belum mendaftar ke sekolah lain karena sekolah alternatif yang tersedia berada jauh dari tempat tinggal mereka.

Aman turut mempertanyakan mekanisme seleksi dan proses verifikasi dalam sistem SPMB. Ia mencontohkan seorang calon siswa asal Bengkong yang memilih SMAN 8 Batam sebagai pilihan pertama, SMAN 25 Batam sebagai pilihan kedua, dan SMAN 14 Batam sebagai pilihan ketiga.

Namun, meski masih tersedia kuota di SMAN 25 Batam yang berada di kecamatan yang sama, siswa tersebut justru diterima di SMAN 14 Batam yang lokasinya lebih jauh.

BACA JUGA:  DPRD Kepri Apresiasi Pengembangan SDM dan Fasilitas Pelatihan di BLK Provinsi Kepulauan Riau

“Kita tidak mengerti apakah ini kesalahan sistem atau tim verifikasi. Di sekolah terdekat masih ada kuota, tetapi justru diterima di pilihan ketiga yang lokasinya lebih jauh,” katanya.

Selain itu, sejumlah anggota DPRD Kepri juga mempertanyakan penggunaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada jalur prestasi yang dinilai mengurangi peran nilai rapor sebagai indikator penilaian. Mereka juga menyoroti adanya calon siswa yang mendaftar di SMA wilayah Tanjungpinang, namun justru diterima di sekolah yang berada di Batam.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, mengakui masih terdapat 3.874 calon siswa yang belum tertampung pada pelaksanaan SPMB tahap pertama. Rinciannya meliputi Batam 3.264 siswa, Tanjungpinang 409 siswa, Karimun 149 siswa, dan Bintan 52 siswa.

Meski demikian, Andi Agung optimistis seluruh siswa yang belum tertampung dapat memperoleh sekolah melalui pelaksanaan SPMB tahap kedua yang berlangsung pada 6–8 Juli 2026.

“SPMB tahap kedua masih berproses dan saya optimistis selesai,” ujarnya.(*/sekretariatdprdkepri)