
Tanjungpinang, Posmetrobatam.co: Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 yang berlangsung sejak Minggu (05/07/2026) memberikan dampak positif tidak hanya terhadap syiar Islam, tetapi juga terhadap geliat perekonomian masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Tanjungpinang.
Sejak dimulainya berbagai cabang perlombaan yang digelar di sejumlah venue yang tersebar di Kota Tanjungpinang, aktivitas masyarakat mengalami peningkatan signifikan.
Ribuan peserta, ofisial, pendamping, serta masyarakat dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau memadati lokasi-lokasi pertandingan untuk memberikan dukungan kepada para kafilah maupun menyaksikan jalannya perlombaan.
Kondisi tersebut turut memberikan berkah bagi para pelaku UMKM yang berada di sekitar lokasi penyelenggaraan MTQ. Salah satu titik yang paling ramai adalah Astaka Utama di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau, kawasan Tepi Laut. Selain menjadi pusat kegiatan utama MTQ, kawasan tersebut juga menjadi sentra kuliner dan UMKM yang dipadati pengunjung setiap harinya.
Para pedagang mengaku mengalami peningkatan jumlah pembeli dibandingkan hari-hari biasa. Ramainya pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari masyarakat Kota Tanjungpinang, tetapi juga dari peserta dan masyarakat Kabupaten Bintan, Karimun, Lingga, Natuna, Anambas, Kota Batam hingga Kepulauan Meranti yang memanfaatkan momentum libur sekolah untuk menyaksikan langsung pelaksanaan MTQ sekaligus berwisata di Kota Gurindam.
Selain Astaka Utama, peningkatan aktivitas ekonomi juga dirasakan para pelaku UMKM yang berada di sekitar venue pertandingan lainnya, seperti kawasan Hotel Aston Tanjungpinang, Masjid Agung Al-Hikmah, Hotel CK Tanjungpinang, hingga kawasan Sentra UMKM Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Ganet yang berdekatan dengan lokasi perlombaan di Masjid Miftahul Falah, Jalan Ganet.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, mengatakan penyelenggaraan MTQ XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau menjadi bukti bahwa sebuah kegiatan berskala provinsi mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Menurutnya, efek yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan oleh sektor perhotelan, transportasi, dan kuliner, tetapi juga oleh pelaku UMKM yang menjadi bagian penting dalam menggerakkan ekonomi lokal.
“Pelaksanaan MTQ XII Kepri tidak hanya menjadi momentum syiar Islam dan mempererat ukhuwah antar daerah, tetapi juga menghadirkan multiplier effect terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan peserta, ofisial, dan pengunjung dari seluruh kabupaten/kota di Kepulauan Riau memberikan peluang usaha yang sangat baik bagi para pelaku UMKM di Kota Tanjungpinang,” ujar Teguh, Rabu (08/07/2026).
Ia menjelaskan, sejak awal Pemerintah Kota Tanjungpinang memang mendorong agar setiap kegiatan berskala besar mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
Karena itu, lokasi penyelenggaraan MTQ dipilih dan dipersiapkan dengan mempertimbangkan aksesibilitas masyarakat sekaligus kedekatannya dengan kawasan usaha mikro sehingga perputaran ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
“Kami bersyukur para pedagang merasakan peningkatan penjualan selama pelaksanaan MTQ berlangsung. Ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan event daerah bukan hanya sukses dari sisi pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semakin banyak orang datang ke Tanjungpinang, semakin besar pula peluang ekonomi yang tercipta,” katanya.
Teguh menambahkan, momentum ini menjadi salah satu bentuk implementasi komitmen Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyelenggaraan berbagai event daerah, baik keagamaan, budaya, olahraga, maupun pariwisata.
Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya diukur dari kelancaran pelaksanaan acara, tetapi juga dari dampak positif yang dirasakan masyarakat sebagai pelaku ekonomi.
“Kami berharap semangat kolaborasi ini terus terjaga. Event-event berskala regional maupun nasional yang dilaksanakan di Kota Tanjungpinang diharapkan mampu terus menjadi penggerak ekonomi lokal, meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, memperkenalkan produk-produk unggulan daerah, sekaligus memperkuat posisi Tanjungpinang sebagai kota tujuan kegiatan, wisata, dan budaya di Provinsi Kepulauan Riau,” tutup Teguh.
Pelaksanaan MTQ XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 sendiri masih berlangsung di sejumlah venue hingga penutupan nanti. Selain menjadi ajang kompetisi seni baca Al-Qur’an, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi Kota Tanjungpinang untuk memperkenalkan potensi daerah, meningkatkan kunjungan masyarakat, serta menggerakkan roda perekonomian melalui sektor UMKM, jasa, kuliner, transportasi, dan pariwisata.(er/*/diskominfotanjungpinang)








