Jazz, Fashion, dan Budaya Peranakan Berpadu di Bajafash 2025 Batam

166

Ajang Batam Jazz and Fashion (Bajafash) kembali siap hadir, di tahun ke-8 penyelenggaraannya, festival musik dan mode kebanggaan Batam ini akan digelar pada 7 hingga 8 November 2025 di Ballroom Wyndham Panbil, mengusung tema “The Strait Inspiration”.

Tema tersebut menjadi refleksi semangat keterhubungan budaya di jalur perdagangan Selat Malaka tempat berbagai tradisi Asia Tenggara bertemu dan berbaur selama berabad-abad. Tahun ini, Bajafash mengangkat nuansa budaya Peranakan sebagai identitas utama, lengkap dengan transformasi ruang ballroom menjadi museum Peranakan.

“Giat ini ni menjadi tahun keempat Bajafash mengusung konsep zero waste. Kami ingin menghadirkan pertunjukan yang bukan hanya indah, tetapi juga berkelanjutan,” ujar Founder dan Advisor Bajafash, Indina Putri Fadjar, dalam konferensi pers di Garden Bay Harbourbay Batam, Kamis (6/11).

BACA JUGA:  Binmas Baharkam Polri Bagikan Ribuan Paket Sembako di Batam

Jelasnya, Bajafash 2025 kembali menjadi wadah kolaborasi antara musisi jazz dan desainer dari berbagai daerah dari Kepulauan Riau, nasional, hingga internasional. Sejumlah nama besar dipastikan hadir, di antaranya Vina Panduwinata, Amelia Ong, dan The Shang Sisters dari Malaysia. Mereka akan tampil bersama proyek musik seperti F.I.E.R.Y, Societeit de Harmonie, Jamie Aditya, dan Kangkubawa Jazz Melayu.

Tak ketinggalan, penampilan dari Global School Jazz Choir paduan suara anak muda Batam yang baru menorehkan prestasi di Jerman akan menambah warna dalam deretan performer.

“Bajafash ingin menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan lewat musik, fashion, dan budaya,” kata Indina.

Di sisi mode, Bajafash akan menampilkan karya para desainer kenamaan seperti Lenny Agustin dari Indonesia dan Eric Choong dari Malaysia. Keduanya menghadirkan rancangan yang mengolah motif serta siluet Peranakan ke dalam gaya kontemporer.

BACA JUGA:  Amsakar Minta Tak Ada Kekerasan Lagi di Batam

“Ini adalah event yang luar biasa karena mampu memadukan fashion dan musik jazz dalam satu panggung. Saya akan hadir dengan karya yang terinspirasi dari budaya Asia,” ujar Eric

Selain itu pihaknya, berkolaborasi juga melibatkan Dekranasda Kepulauan Riau dan SMK Muhammadiyah Kabil Batam, yang menghadirkan lima karya fashion bertema Peranakan hasil kreasi siswa dan perajin lokal. Mereka berupaya menunjukkan bahwa tradisi bisa tetap hidup di tengah geliat industri kreatif modern.

Tak sekadar hiburan, Bajafash juga menghadirkan unsur edukasi dan eksplorasi budaya. Penonton akan diajak menyelami kekayaan identitas Asia Tenggara melalui perpaduan musik, mode, dan narasi sejarah.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, memberikan apresiasi tinggi terhadap ajang ini.

BACA JUGA:  Sea Eagle Boat Race 2025, Ajang Wisata Bahari Bertaraf Internasional

“Bajafash adalah salah satu event yang memberikan dampak besar bagi pariwisata Batam. Ia telah berkontribusi memperkenalkan Batam ke tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Ardi. (hbb)