Angkat Batang Terendam di Lingga, Pemkab Perlu Kerjasama dengan Pemko dan Pengusaha Batam

88
H. Muhammad Ishak. Foto: ist

Lingga, Posmetrobatam.co: Tokoh masyarakat sekaligus tokoh adat Lingga H. Muhammad Ishak mengaku senang sekaligus bersyukur kehadirat Allah SWT karena kerja keras dan tungkus lumus Pemkab Lingga dan masyarakat didalam mengangkat batang terendam.

Tidak hanya itu, juga melapangkan yang semak menyatukan hal yang berserak dengan menyiapkan kajian perencanaan dan peraturan sebagai pondasi pelestarian kebudayaan dan pembangunan pariwisata sebagai program unggulan beberapa tahun lalu semenjak Kabupaten Lingga dibentuk pada tahun 2003 lalu.

Terutama yang tekait dengan ikhtiar  melestarikan khasanah budaya Melayu sebagai tinggalan warisan Kerajaan Melayu Lingga Riau, Johor dan Pahang maupun Lingga Riau

“Berbagai panorama alam Lingga saat ini sudah mulai dikunjungi dan dinikmati wisatawan dalam dan luar negeri, dimana dalam dua tahun belakangan ini telah menunjukkan trend yang cukup baik,” ungkapnya, Kamis (7/5).

Ia mengaku, keberhasilan tersebut  tidak terlepas dari kerja cerdas dari pada pemuda pemudi ‘hebat’ Lingga, seperti Rahul, Tok Nuzu, Taufik, Puji dan lain lain yang tidak henti-hentinya mempromosikan potensi wisata daerah  lewat konten konten kreator yang sangat menarik.

BACA JUGA:  146 Berkas Bacaleg Karimun Masih Dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat

Jadi perlu pertemuan evaluasi dan koordinasi bersama untuk mencari solusi terhadap berbagai permasalahan, pengembangan pariwisata di Lingga yang di bahas oleh Pemkab Lingga dengan berbagai pelaku pariwisata di dalam maupun luar daerah, seperti Dinas Pariwisata dan Kadin Provinsi Kepri serta berbagai pihak pelaku pariwisata di Batam, Bintan dan Tanjungpinang.

Karena pintu masuk wisatawan luar negeri ke Lingga untuk sementara melewati Batam, maka kerjasama yang baik dengan Pemko Batam dan para pelaku wisata di Batam menjadi hal yang sangat urgen.

“Harus lebih proaktif dan ajak mereka ke Lingga, supaya mereka dapat melihat lansung berbagai kelemahan fasilitas pariwisata, baik  infrastruktur, respon dan pranserta masyarakat, akses, atraksi dan lain lainnya yang masih perlu menjadi perhatian Pemkab Lingga,” ucapnya mengusulkan.

Bahkan tidak menutup kemungkinan,  diantara permasalahan tersebut ada yang dapat dipecahkan bersama oleh mereka. Satu diantara permasalahan yang paling mustahak untuk memajukan pariwisata Lingga saat ini adalah masalah akses ke Lingga.

BACA JUGA:  Meriah di Busung: Pesta Gonggong Padukan Kuliner, Budaya Melayu, dan Destinasi Ikonik

“Sejauh ini wisatawan yang dari Malaysia dan Singapura datang ke Daik Lingga melalui pelabuhan Punggur via kapal reguler yang memakan waktu skitar 4 jam baru sampai ke Pelabuhan Sei Tenam dan hampir 5 jam untuk tiba di Daik,” ujarnya.

Memperpendek rentang kendali, bukan hal yang mustahil bila dicari alternatif lain, misalnya melalui Cakang via kapal khusus, cuma  perlu waktu skitar 1,5 sd 2 jam ke pelabuhan Sei Tenam serta 35 menit ke Pulau Benan.

Kalau untuk jangka panjang guna memajukan pariwisata, memang perlu Bandar udara khusus di Pulau Lingga dan untuk rencana tesebut Pemkab Lingga sudah menuangkan di RTRW Kabupaten Lingga secara khusus.

“Saya juga sangat berharap dan memghimbau kepada pemerintah Provinsi Kepri, agar memberi  perhatian yang lebih besar terhadap pembangunan pariwisata di Kabupaten Lingga yang merupakan Pusatnya Bunda Tanah Melayu di Propinsi Kepri,” sebutnya.

BACA JUGA:  Polda Kepri Intensifkan Penindakan Kendaraan Roda Empat tak Pakai Lampu Belakang

Potensi wisatanya sangat komplet. Selain wisata sejarah Budaya Melayu dan Gunung Daik bercabang tiga yang sudah dikenal, Lingga juga ada Tugu Khatulistiwa, air panas, fishing dan diving, desa wisata, air terjun kebun salak, kerajinan tudung manto  tenunan songket, moseum, pulau pulau yang indah, kehidupan suku laut yang unik, berburu babi, tracking gunung Daik dan lain lain.

Tidak salah kalau ada yang mengatakan, Lingga itu ibarat segumpal ‘tanah surga’ yang  dicampakkan ke bumi. Atau ada juga menyebutkan ‘mutiara yang terpendam di Kepri’. Tinggal diperlukan keberanian, konsistensi, komitmen, fokus, kerjasama, koordinasi dan kerja yang berkelanjutan.

“Saya sangat optimis dan hakkul  yakin jika potensi wisata luar biasa yang ada di Kabupaten Lingga yang tidak dimiliki daerah lain dan merupakan anugerah besar dari Allah SWT jika dapat dikelola dengan baik akan dapat memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat dan daerah, Insya Allah,” tutupnya.(mrs)