SPMB Tahap II Dibuka, Disdik Kepri Siapkan 4.900 Kursi untuk Siswa yang Belum Tertampung

153

Batam, Posmetrobatam.co: Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) resmi membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap kedua pada 6-8 Juli 2026. Tahap ini difokuskan untuk menempatkan ribuan calon siswa yang belum tertampung pada pelaksanaan SPMB tahap pertama.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, mengatakan sejak awal pemerintah telah menjadwalkan pelaksanaan SPMB dalam dua tahap. Tahap kedua menjadi kesempatan bagi calon siswa yang belum lolos pada seleksi 11-14 Juni lalu.

“Memang dari awal memang dijadwalkan dibuka dua tahap. Mereka yang tidak lolos akan diakomodasi pada tahap kedua ini,” kata Andi, Senin (6/7).

Ia mengungkapkan sebanyak 3.264 calon siswa di seluruh Kepri belum tertampung, dengan jumlah terbanyak berada di Kota Batam. Kondisi itu terjadi karena penumpukan pendaftar di sejumlah sekolah favorit.

BACA JUGA:  Animo SMK Tinggi, Pemprov Kepri Bangun SMKN 13 Batam

Menurut Andi, pemerintah masih menyediakan sekitar 4.900 kursi di SMA dan SMK negeri se-Kepri. Di Batam, sekolah yang telah penuh di antaranya SMAN 1, SMAN 3, SMAN 5, SMAN 8, dan SMAN 20. Sementara sekolah negeri lainnya masih memiliki daya tampung.

“Karena itu, pada tahap kedua ini kami melakukan pemerataan agar seluruh calon siswa bisa mendapatkan sekolah,” jelas Andi.

Andi menjelaskan peserta yang mengikuti tahap kedua tidak perlu mengunggah kembali dokumen pendaftaran. Mereka hanya diminta memilih sekolah yang masih memiliki kuota karena seluruh data sudah tersimpan pada tahap pertama.

Ia memastikan tidak ada anak di Kepri yang akan kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan jenjang SMA maupun SMK. Andi juga menegaskan sekolah yang telah memenuhi kuota tidak lagi membuka pendaftaran pada SPMB tahap kedua. Karena itu, calon siswa diminta memilih sekolah yang masih memiliki daya tampung.

BACA JUGA:  Wamenpar Yakin Kunjungan Wisatawan ke Kepri Meningkat, Ini Alasannya

Ia mengimbau masyarakat untuk mendukung proses pemerataan ini dan tidak memaksakan mendaftar ke sekolah yang kuotanya sudah penuh.

“Kami berharap masyarakat Kepri yakin dan percaya bahwa Pemerintah Provinsi Kepri menjamin seluruh anak bisa bersekolah. Mohon kerja samanya agar tidak memaksakan memilih sekolah yang sudah penuh. Pada gelombang kedua ini pendaftaran hanya dibuka di sekolah yang masih memiliki daya tampung,” tutup Andi.(hbb)