Batam, Posmetrobatam.co: Kasus penyakit campak yang menjangkiti anak mendapat respon cepat Dinas Kesehatan Kota Batam, dengan memperkuat pemantauan rutin, guna mencegah lonjakan kasus.
Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, hasil pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) menunjukkan belum ada lonjakan signifikan, namun tetap terdapat sinyal kewaspadaan di beberapa wilayah.
“Berdasarkan SKDR, hingga saat ini tidak terdapat peningkatan signifikan yang mengarah pada Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun perlu respons cepat untuk mencegah penularan lebih luas,” ujarnya, Jumat (3/4).
Ia menyebut, selama 12 minggu pertama 2026, tercatat sebanyak 278 kasus campak di Batam, dengan puncak kasus terjadi pada minggu pertama Januari sebanyak 44 kasus. Meski demikian, tren kasus menunjukkan penurunan di akhir Maret.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Batam memperkuat pemantauan mingguan melalui SKDR, melakukan verifikasi cepat terhadap setiap sinyal kasus, serta melaksanakan penyelidikan epidemiologi dalam waktu kurang dari 24 jam pada setiap kasus suspek.
Selain itu, kewaspadaan juga ditingkatkan di seluruh fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas, klinik, dan rumah sakit.
“Kami juga menggencarkan sweeping serta imunisasi kejar bagi anak-anak yang belum melengkapi imunisasi,” kata dia.
Namun, capaian imunisasi campak-rubella (MR) di Batam masih belum memenuhi target. Berdasarkan data Dinkes Batam, cakupan imunisasi MR pada usia 9 bulan baru mencapai 16,7 persen, sementara imunisasi lanjutan sebesar 15,7 persen di 12 kecamatan.
“Kendala utama masih adanya penolakan dari sebagian orang tua terkait vaksinasi. Untuk itu petugas kesehatan bersama kader terus melakukan sweeping agar target imunisasi bisa tercapai,” kata Didi.
Dinkes Batam mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala campak seperti demam dan ruam, serta segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan.
“Campak sangat mudah menular dan berisiko serius pada anak. Dengan imunisasi lengkap dan kewaspadaan bersama, kita bisa mencegah penyebarannya,” tutupnya.(ant)









