Batam, Posmetrobatam.co: Bank Indonesia (BI) bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 dengan menyalurkan uang rupiah layak edar senilai Rp14 miliar ke lima pulau terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Provinsi Kepulauan Riau.
Pelepasan pelayaran ditandai dengan keberangkatan KRI Beladau-643 dari Pelabuhan Batuampar, Batam, Kamis (2/7).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto P mengatakan ERB menjadi wujud sinergi BI dan TNI AL dalam menjaga kedaulatan negara melalui pemenuhan kebutuhan uang rupiah di wilayah 3T.
“Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang mengamanatkan Bank Indonesia untuk menyediakan rupiah di seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali, termasuk daerah 3T yang memiliki tantangan geografis,” ujarnya.
Ekspedisi tahun ini menyasar Pulau Tarempa di Kabupaten Kepulauan Tarempa di Kabupaten Anambas, Pulau Midai dan Pulau Subi Besar di Kabupaten Natuna, Pulau Tambelan di Kabupaten Bintan, serta Pulau Singkep di Kabupaten Lingga.
“Jadi melalui ekspedisi ini, BI berharap kehadiran layanan kas keliling dan melayani penukaran uang lusuh, rusak, dan tidak layak edar dengan uang baru. Agar kualitas rupiah yang beredar di masyarakat tetap terjaga,” harap Rony.
Rony menyebut ERB 2026 merupakan penyelenggaraan ke-10 di wilayah Kepulauan Riau sejak program tersebut dimulai. Tahun ini BI meningkatkan nilai uang yang diedarkan menjadi Rp14 miliar, naik dari Rp13 miliar pada tahun lalu.
Selain melayani penukaran uang, BI juga mengedukasi masyarakat melalui program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah guna memperkuat pemahaman bahwa rupiah merupakan simbol kedaulatan negara.
Wakil Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Laksamana Pertama TNI Ketut Budiantara mengatakan keterlibatan KRI Beladau-643 menunjukkan kehadiran negara dalam melayani masyarakat di wilayah perbatasan.
“Kehadiran KRI Beladau membuktikan negara hadir hingga pelosok negeri. Semoga pelayaran sejauh 1.135 nautical miles ini berjalan lancar dan seluruh misi dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Kepulauan Riau Bidang Ekonomi dan Pembangunan Andri Rizal menilai distribusi uang layak edar di Kepri menjadi tantangan karena sekitar 96 persen wilayah provinsi itu berupa lautan.
Menurutnya, ketersediaan rupiah di pulau-pulau terluar sangat penting untuk menjamin masyarakat tetap memiliki akses terhadap alat pembayaran yang sah sekaligus memperkuat kedaulatan negara di wilayah perbatasan.
“Rupiah ini kedaulatan penting apalagi pulau-pulau 3 T sangat penting,” pungkasnya. (hbb)









