Batam, Posmetrobatam.co: Sebanyak 19 unit bus Trans Batam pada 2026 akan dioperasikan di sejumlah koridor utama, untuk meminimalkan waktu tunggu penumpang di halte bus.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Leo Putra mengatakan, penambahan armada ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Batam.
“Tahun 2026 ada penambahan 19 unit. Ini untuk meminimalisir waktu tunggu dan menjawab kebutuhan di koridor yang ramai,” ujar Leo, Jumat (1/5).
Ia menjelaskan, realisasi penambahan armada dijadwalkan mulai 1 Juni 2026 dengan pola layanan Buy The Service (BTS).
“Realisasi per 1 Juni dan pola yang digunakan pola BTS. Kami membeli jasa atau ‘service-nya’, seluruh operasional ditanggung oleh operator bus mitra,” katanya.
Penambahan armada tersebut difokuskan untuk memperkuat operasional di Koridor 5 (Jodoh–BTC), Koridor 6 (Piayu–BTC), dan Koridor 7 (Nongsa–BTC). Sementara itu, untuk tahun ini belum ada pembukaan koridor baru.
“Belum ada koridor baru, penambahan unit bus ini untuk memperkuat koridor 5, 6, dan 7,” ujarnya.
Selain itu, Dishub Batam juga tengah mengembangkan layanan menuju Bandara Internasional Hang Nadim melalui pengembangan Koridor 7.
“Kami melakukan pengembangan dari koridor 7, nanti dari Punggur bisa melewati Bandara. Kita sudah mendapat persetujuan dari pihak BP Batam, dan tengah berkoordinasi dengan pihak bandara,” kata Leo.
Ia menambahkan, skema layanan ini diharapkan mempermudah masyarakat menuju bandara dengan tarif yang tetap terjangkau, yakni Rp5.000 untuk umum dan Rp2.500 bagi pelajar.
“Dengan tarif flat tersebut, masyarakat bisa ke bandara menggunakan Trans Batam dengan biaya yang terjangkau,” ujarnya.
Terkait armada lama, Leo menyebut sebagian unit akan diganti dan ada yang diusulkan untuk dihapus karena sudah tidak layak operasional.
“Ada sebagian yang menggantikan armada lama, dan ada juga yang diusulkan untuk diputihkan karena sudah tidak layak,” katanya.(ant)









