BATAM, POSMETROBATAM.CO: Arus Lalu lintas di Jalan Raya Gajah Mada, Sekupang, harus terjadi hingga berjam-jam lamanya. Ternyata penyebabnya ada satu trailer pengangkut besi yang mogok dan terjerembab di pinggir jalan, dekat Perumahan Mekar Sari, Tiban Lama, Sekupang, Senin (23/9) sekitar pukul 15.00 WIB.
“(Peristiwa) mogoknya tadi jam 3 sore,” ujar Erfan, yang mengaku sebagai pengawal trailer tersebut, saat ditemui di lokasi. Pria ini mengaku trailer B 9387 UIY itu milik PT BBS Batuampar, dan akan dibawa ke Tanjung Uncang.
Akibatnya, kemacetan arus lalu lintas tak terelakan. Apalagi, posisi trailer berada di batas jalan terakhir yang belum dilakukan pelebaran. Kondisi jalan yang hanya dua lajur semakin memperparah kemacetan.
Pengendara yang datang dari arah Nagoya dan Batamcentre, terjebak kemacetan. Sejumlah kendaraan, mobil dan motor harus jalan mengular.
Bahkan, sejumlah pengendara motor dan mobil harus menghentikan kendaraannya di pinggir jalan karena kelelahan saat melintas di jalan tersebut.
“Saya dari Batamcentre mau ke Sekupang. Karena terjebak macet saya capek, makanya berhenti di sini,” ujar Iwan saat ditemui berhenti di pinggir jalan Jembatan Sei Ladi.
Katanya, dari arah Batamcentre, kemacetan mulai dari Jembatan Layang Laluan Madani. Diperkirakan kemacetan terjadi hingga 4 kilometer.
Pantauan di lapangan, kemacetan terjadi hingga malam hari. Sekitar pukul 20.00 WIB, mobil crane datang untuk menurunkan tumpukan besi beton dari atas trailer. Tampak polisi lalu lintas mengatur pengendara.
Rakayasa lalu lintas dilakukan, pengendara yang akan menuju ke arah Sei Harapan di-stop di lampu merah Tiban Vitka. Dan harus berbagi jalan di lajur jalan dari arah Sei Harapan-Nagoya.
Lambatnya penanganan kemacetan itu, menurut petugas di lokasi, dikarenakan crane yang sebelumnya akan mengangkat besi beton itu kurannya kecil.
“Tadi sudah mau diangkat sama kren, tapi krennya terlalu kecil. Sekarang baru datang kren yang besar,” kata petugas.(waw)









