Polemik Kuota 8 Pemain Asing Liga 1, Lebih Sedikit Jika Dibandingkan dengan Liga Malaysia dan Thailand

265
Jika dibandingkan dengan Liga Malaysia dan Thailand, Liga 1 Indonesia lebih sedikit jumlah pemain asing yang boleh didaftarkan untuk mengikuti kompetisi. (Instagram Jordi Amat)

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) tengah bersiap menetapkan perubahan kuota pemain asing untuk kompetisi Liga 1 musim 2024/2025. Pada musim ini, setiap klub yang tadinya maksimal hanya bisa mengontrak enam pemain asing, kini akan diperbolehkan mendaftarkan hingga delapan pemain asing.

Dari delapan pemain asing tersebut, dua di antaranya harus berasal dari Asia. Pada musim lalu, satu dari enam pemain asing yang diperbolehkan harus berpaspor Asia Tenggara (ASEAN).

Penambahan kuota pemain asing di Liga 1 ini diyakini sebagai respons terhadap keluhan klub-klub terkait makin mahalnya nilai kontrak pemain lokal, terutama yang berlabel Timnas Indonesia.

Namun, perubahan ini tidak diterima begitu saja tanpa adanya perdebatan. Para penggemar dan pemain lokal menunjukkan kekhawatiran mereka melalui kampanye “Ini Sepak Bola Indonesia, Apakah Ini Sepak Bola Indonesia?” yang menyebar luas di media sosial.

Dalam kebijakan baru ini, meskipun setiap klub dapat mendaftarkan hingga delapan pemain asing, hanya lima pemain asing yang boleh menjadi starter di setiap pertandingan. Sisanya, dua pemain asing lainnya harus duduk di bangku cadangan. Dua pemain asing di bench tersebut tetap bisa bermain dengan syarat menggantikan pemain asing lainnya. Ini berarti bahwa meskipun kuota pemain asing bertambah, jumlah pemain asing yang benar-benar bisa bermain dalam satu pertandingan tetap terbatas.

BACA JUGA:  Cara Ernando Ari Minta Maaf Kepada Pemain Filipina Usai Alami Insiden Menyeramkan

Langkah PSSI dan PT LIB ini memicu reaksi beragam. Sebagian pihak merasa bahwa penambahan kuota pemain asing akan mempersempit kesempatan bagi pemain lokal untuk bersinar di Liga 1. Kekhawatiran lainnya adalah beban finansial yang akan meningkat bagi tim peserta yang harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membayar gaji dan transfer pemain asing.

Namun, pihak yang mendukung kebijakan ini melihatnya sebagai kesempatan bagi pemain lokal untuk belajar dan meningkatkan kualitas permainan mereka dengan bermain bersama pemain asing yang lebih berpengalaman.

Jika dibandingkan dengan kompetisi lain di Asia Tenggara, kuota pemain asing di Liga 1 Indonesia masih lebih sedikit. Di Liga Super Malaysia, setiap klub boleh mendaftarkan hingga sembilan pemain asing, dengan dua di antaranya dari Asia dan ASEAN. Namun, hanya enam pemain asing, termasuk satu dari Asia dan ASEAN, yang boleh bermain dalam satu pertandingan, dengan satu pemain asing lainnya di bangku cadangan. Dua pemain asing lainnya tidak bisa masuk dalam Daftar Susunan Pemain (DSP).

Liga Malaysia telah lama dijejali oleh pesepak bola impor, termasuk beberapa pemain berlabel Timnas Indonesia seperti Jordi Amat bersama Johor Darul Ta’zim (JDT) dan Saddil Ramdani dengan Sabah FC. Beberapa klub Liga Super Malaysia memilih untuk tidak memenuhi kuota sembilan pemain asing. Misalnya, Penang FC hanya memiliki empat pemain asing tanpa pemain dari Asia dan ASEAN. Kedah Darul Aman FC dan Sri Pahang FC juga masing-masing hanya memiliki enam pemain asing, dengan satu dari Asia.

BACA JUGA:  Yassine Chueko, Bodyguard Lionel Messi yang Lebih Cepat dari Steward

Menurut AFC Club Competitions Ranking 2023/2024, Liga Malaysia berada di peringkat ke-12 dari 47 kompetisi, jauh di atas Liga Indonesia yang hanya menduduki posisi ke-28. Sementara itu, Liga Thailand menempati urutan ke-8. Kebijakan pemain asing di Thai League 1 2024/2025 masih sama seperti musim lalu. Setiap klub diizinkan mendaftarkan sembilan pemain asing, namun satu di antaranya harus berasal dari Asia dan maksimal tiga pemain dari ASEAN.

Thai Super League musim lalu baru selesai pada 26 Mei 2024, sehingga kompetisi kasta teratas Liga Thailand itu masih dalam masa off-season. Pada musim lalu, beberapa klub tidak memaksimalkan kuota pemain asing mereka. Misalnya, Muangthong United dan Sukhothai FC hanya memiliki lima pemain asing. Dua pemain beratribut Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam di Port FC dan Yanto Basna di PT Prachuap, menjadi pemain ASEAN di Thai Super League pada musim lalu.

BACA JUGA:  Simak Hasil Pertandingan dan Negara yang Lolos ke Babak Perempat Final Piala Dunia Wanita 2023

Penambahan kuota pemain asing di Liga 1 Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kualitas kompetisi dan membantu klub-klub bersaing di level yang lebih tinggi. Namun, implementasi kebijakan ini harus dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan bahwa pemain lokal tetap memiliki kesempatan untuk berkembang dan bersaing di kancah nasional.

Selain itu, klub-klub harus mengelola keuangan mereka dengan bijak untuk menghindari masalah finansial yang dapat merugikan tim dalam jangka panjang.

Kebijakan ini menunjukkan langkah maju yang berani dari PSSI dan PT LIB dalam upaya meningkatkan kualitas Liga 1. Namun, keberhasilan implementasi kebijakan ini sangat bergantung pada kerja sama dan komitmen dari semua pihak yang terlibat, termasuk klub, pemain, dan manajemen. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan yang tepat, Liga 1 dapat menjadi lebih kompetitif dan menarik, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di kancah internasional.

Sementara itu, klub-klub dan pemain lokal harus melihat perubahan ini sebagai tantangan dan kesempatan untuk terus meningkatkan kemampuan mereka. Dengan adanya pemain asing yang berkualitas, diharapkan persaingan di Liga 1 akan semakin ketat, sehingga mendorong semua pihak untuk memberikan yang terbaik di setiap pertandingan. (jpg)