Jerebu Menebal di Batam, Operasional Bandara Hang Nadim Batam Tetap Normal

Batam, Posmetrobatam.co: Operasional penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam tetap berjalan normal dan aman di tengah kondisi jerebu yang menyelimuti Batam, Senin (14/9).

Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (PT BIB) dijabat Annang Setia Budhi memastikan jarak pandang (visibility) di kawasan Bandara Hang Nadim masih berada pada kondisi aman untuk mendukung aktivitas penerbangan.

Pada siang hari, jarak pandang di Bandara Hang Nadim berada di kisaran 4.000 meter. Kondisi tersebut masih aman untuk aktivitas lepas landas (take-off) dan pendaratan (landing) serta belum menyentuh batas minimum keselamatan penerbangan.

“Hingga saat ini operasional di Bandara Hang Nadim tetap berjalan normal dan aman,” kata Annang.

PT BIB juga memastikan hingga saat ini tidak ada pengalihan penerbangan (divert), pembatalan (cancellation), maupun keterlambatan (delay) yang disebabkan kondisi cuaca atau jerebu di Batam.

BACA JUGA:  Rapat Kerja Nasional KONI: Evaluasi dan Perbaikan PON 2024 di Batam

Sementara itu, penerbangan Lion Air rute Pontianak-Batam yang dijadwalkan pada pukul 09.35 WIB mengalami penyesuaian jadwal (retiming). Penyesuaian tersebut terjadi karena jarak pandang di Bandara Supadio, Pontianak, berada di bawah batas minimum keselamatan penerbangan.

Masih katanya, PT BIB terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta AirNav Indonesia untuk memantau kondisi secara real-time. PT BIB juga menyiapkan langkah mitigasi operasional dan pelayanan penumpang di terminal sesuai standar keselamatan yang berlaku.

Di sisi lain, jerebu menebal di sejumlah wilayah Batam pada Senin pagi. Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mencatat jarak pandang menyusut menjadi sekitar 2,8 hingga 3 kilometer.

Konsentrasi PM2.5 pada pukul 09.00 WIB mencapai 88,7 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat.

BACA JUGA:  Simak Kisah Tukang Ojek Yang Akhir Bisa Berangkat Haji

Forecaster Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Addini Siti Novitasari, mengatakan data tersebut merupakan hasil pemantauan terbaru BMKG untuk Kota Batam.

“Untuk konsentrasi partikulat di Kota Batam ter-update pukul 09.00 WIB sebesar 88,7 µg/m³, masuk ke kategori tidak sehat,” kata Addini.

Jerebu terlihat secara kasatmata di sejumlah lokasi. Lapisan kabut asap membuat pandangan ke kejauhan memudar. Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 9 hingga 18 kilometer per jam.

BMKG memperkirakan sebaran asap masih berlangsung dalam beberapa jam ke depan.

“Untuk kondisi sebaran asap diprediksi masih berlangsung hingga beberapa jam kemudian,” ujar Addini.

Citra sebaran asap BMKG pada pukul 08.00 WIB menunjukkan seluruh wilayah Kepulauan Riau terdampak sebaran asap. Di Kepri, angin membawa asap bergerak ke arah barat laut hingga utara.

BACA JUGA:  18 Orang ASN Terhitung Tanggal 1 Juni Mulai Purna Tugas

Sebaran asap juga terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. BMKG bahkan mendeteksi asap lintas batas (transboundary haze) dari Kalimantan menuju Sarawak, Semenanjung Malaysia, Singapura, hingga Vietnam.(hbb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *