Amsakar Buka Ruang Dialog dengan Tokoh Masyarakat, Bahas Pendidikan hingga UWT

63

Batam, Posmetrobatam.co: Wali Kota Batam Amsakar Achmad memastikan Pemerintah Kota Batam akan menggelar dialog bersama tokoh masyarakat setiap tiga bulan. Forum ini menjadi wadah menyerap aspirasi sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Komitmen itu disampaikan Amsakar saat bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat di Golden Prawn 933, Bengkong, Rabu (22/7/2026) malam. Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari pendidikan, kemudahan pembayaran Uang Wajib Tahunan (UWT) BP Batam, hingga penguatan kolaborasi untuk mempercepat pembangunan Batam.

Amsakar mengatakan forum tersebut tidak hanya menjadi ruang menyampaikan aspirasi, tetapi juga meluruskan berbagai persepsi dan mempererat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat.

“Silaturahmi ini sengaja kita jadwalkan setiap tiga bulan. Tujuannya agar pemerintah dan masyarakat terjalin komunikasi yang sinergis, membetulkan persepsi yang kemarin salah, meluruskan pandangan yang bengkok, dan mendekatkan hubungan yang selama ini terasa jauh,” ujarnya.

BACA JUGA:  OJK Kepri Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Digital

Ia menilai semangat kebersamaan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan pembangunan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta mengedepankan introspeksi, menjaga kekompakan, dan memperkuat gotong royong.

“Jangan terlampau cerdas melihat penyakit orang, tetapi tidak mengarifi kelemahan diri sendiri. Kalau semangat kebersamaan terus terbangun, maka energi kolektif masyarakat akan semakin kuat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Amsakar menyebut pemerintah pusat mengapresiasi capaian pembangunan Batam selama satu tahun lima bulan kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.

Ia memaparkan pertumbuhan ekonomi Batam berada di atas rata-rata nasional. Realisasi investasi juga mencapai Rp69,5 triliun, melampaui target Rp60 triliun. Selain itu, angka kemiskinan turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam masuk kategori sangat tinggi dan menempati peringkat kelima di Sumatera.

BACA JUGA:  Polantas di Kepri Kaji Pembuatan Jalur Penyelamatan di 'Jalan Maut' Tiban

“Semua capaian ini tidak mungkin diraih pemerintah sendiri. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat, terutama para tokoh masyarakat yang terus mendukung setiap kebijakan pemerintah,” ungkapnya.

Pada sesi dialog, Ketua RW 02 Kelurahan Tanjung Buntung, Adi Khuswoyo, mengapresiasi dukungan Pemko Batam dalam penyediaan lahan untuk pembangunan SMK Negeri 13. Menurutnya, sekolah tersebut akan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Adi juga mengusulkan agar pembayaran UWT dapat dilakukan secara kolektif dengan mekanisme yang lebih mudah dan terjangkau sehingga meringankan beban masyarakat.

Menanggapi hal itu, Amsakar menegaskan pendidikan tetap menjadi prioritas utama Pemko Batam. Hingga kini, pemerintah telah menyiapkan dua bidang lahan untuk pembangunan sekolah menengah kejuruan sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

BACA JUGA:  Wakil Kepala BP Batam Dampingi Menteri Transmigrasi Kunker hari Kedua di Kawasan Rempang

“Insyaallah, kalau soal pendidikan saya berdiri paling depan. Saya memberikan atensi besar terhadap pengembangan sumber daya manusia,” tegasnya.

Terkait usulan pembayaran UWT, Amsakar mengatakan pemerintah terus memperluas layanan jemput bola agar masyarakat lebih mudah mengurus administrasi pertanahan, termasuk pembayaran UWT. Langkah itu diharapkan membuat pelayanan menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien. (*/hbb)