Batam, Posmetrobatam.co: Meningkatnya animo memilih Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), mendorong Pemerintah Provinsi Kepri, membangun SMK Negeri 13 Batam di Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong.
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, mengatakan pembangunan SMKN 13 Batam telah direncanakan sejak 2025 dan mulai direalisasikan tahun ini. Pemprov Kepri mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk pembangunan tahap awal, meliputi ruang kelas, ruang praktik, ruang kepala sekolah, toilet, serta fasilitas penunjang lainnya.
“Animo masyarakat sangat tinggi. Awalnya kami memperkirakan hanya 240 siswa, namun yang mendaftar mencapai sekitar 350 orang, bahkan sempat meningkat hingga mendekati 480 pendaftar,” sebut Andi, saat peresmian peletakan batu pertama SMKN 13 Batam di Tanjung Buntung, Bengkong, Senin (13/7).
Jelas Andi, untuk ajaran pertama, SMKN 13 Batam membuka empat program keahlian, yakni Teknik Pengelasan, Teknik Elektronik, Teknik Komputer dan Jaringan, serta Teknik Industri.
Andi menjelaskan tingginya minat terhadap pendidikan vokasi juga membuat Pemprov Kepri mengubah dua SMA menjadi SMK. SMA Negeri 18 dikonversi menjadi SMK Negeri 15, sedangkan SMA Negeri 29 di Tiban Indah menjadi SMK Negeri 16.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan sekolah kejuruan di Batam masih terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan berkembangnya kawasan industri.
Karena itu, Pemprov Kepri sangat apresiasi dukungan Pemerintah Kota Batam dan BP Batam untuk menyediakan lahan pembangunan SMA dan SMK baru.
“Kami berharap dukungan Bapak Wali Kota Batam yang juga menjabat Kepala BP Batam dalam penyediaan lahan. Kebutuhan ruang belajar terus bertambah, terutama untuk SMK yang semakin diminati masyarakat,” ujarnya.
Andi menambahkan, pembangunan SMKN 13 Batam menjadi komitmen Pemprov Kepri dalam memperluas akses pendidikan vokasi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri di Batam.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Batam, BP Batam, serta masyarakat Tanjung Buntung yang ikut mendukung pembangunan sekolah baru tersebut.
Dari catatan Disdik paada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, sebanyak 62 persen calon siswa di Kota Batam memilih SMK, naik dari 52 persen pada 2025.
“Kami ingin semua anak di Kepri sekolah. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada BP Batam maupun Pemko Batam yang telah mendukung pembangunan SMKN 13 Batam di Tanjung Buntung,” ucap Andi. (hbb)









