Posmetrobatam.co: Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Kepulauan Riau menyelenggarakan Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) I pada, Senin, tanggal 06 Juli 2026 di Gedung GBI HOG Eden Park, Batam Centre. MPL I tersebut dihadiri para pimpinan sinode anggota PGIW Kepulauan Riau, tokoh-tokoh gereja, tamu undangan, serta perwakilan berbagai lembaga gerejawi. Persidangan tahunan tersebut berlangsung dengan lancar, penuh semangat persaudaraan, dan menghasilkan sejumlah kebijakan strategis yang akan menjadi arah pelayanan PGIW Kepri sepanjang tahun 2026.
Sidang yang mengusung tema Tema: “Hiduplah dalam terang yang membuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran” (bdk. Efesus 5 : 8b-9), dengan Sub-tema: Menata langkah dalam menghadirkan terang Kristus yang berkeadilan, bertmartabat dan berkesinambungan bagi semua ciptaan, secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Bpk Dr. Nyanyang Haris Pratamura.
Dalam sambutannya, Wagub Kepri, Nyanyang Harris Pratamura mengapresiasi kontribusi gereja-gereja dalam menjaga kerukunan umat beragama, memperkuat persatuan masyarakat, serta mendukung pembangunan daerah melalui pelayanan sosial dan kemanusiaan. PGI Wilayah kepulauan Riau sebagai organisasi Kristen terbesar dan tertua, tentunya sangat berkontribusi bagi pembangunan Kepri utamanya dalam pembangunan spiritualitas dan sosial kemasyarakatan.
“Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tentu berterimakasih atas kontribusinya dan kiranya ke depan PGIW dan pemerintah terus bergandeng tangan dalam pelayanan sosial kemanusiaan utamanya dalam bidang keagamaan,” ujar Nyanyang, Senin (6/7)
Sebagai tuan rumah penyelenggara, Badan Pekerja Daerah Gereja Bethel Indonesia (BPD GBI) Kepulauan Riau memberikan dukungan penuh sehingga seluruh rangkaian persidangan dapat berlangsung dengan baik, tertib, dan penuh sukacita.
Seluruh peserta mengikuti setiap agenda sidang dengan antusias, aktif memberikan masukan, berdiskusi secara konstruktif, serta bersama-sama mengambil berbagai keputusan strategis demi kemajuan pelayanan gereja di wilayah Kepulauan Riau.
Dalam pesan pastoralnya melalui penyampaian Firman Tuhan Pdt. Erwin Widjaja mengajak seluruh Pendeta dan warga jemaat anggota PGIW melaksanakan panggilanya sebagai terang untuk membangun dan mengerjakan kesejahteraan kota dimana kita tinggal diam melalui penguatan spiritualitas dan akasi kasih yang nyata.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PGIW Kepulauan Riau, Pdt. Ronald Rampala, mengajak seluruh sinode anggota untuk terus memperkuat semangat kebersamaan dalam wadah PGI Wilayah Kepulauann Riau yang sekaligus sebagai Ketua ex officio PGID Kota Batam.
“PGIW Kepulauan Riau adalah milik kita bersama. Karena itu saya mengajak seluruh sinode anggota, seluruh warga gereja, dan semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung, menjaga, dan membangun PGIW sebagai rumah bersama dalam gerakan oikumenis. Melalui wadah ini kita dipanggil untuk menghadirkan pelayanan yang berdampak, bukan hanya bagi gereja, tetapi juga bagi masyarakat luas,” ujar Pdt Ronald.
DIa juga menegaskan bahwa pelayanan gereja tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak.
“Kami berharap kemitraan yang telah terbangun dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, pemerintah kabupaten dan kota, Forum Kerukunan Umat Beragama, serta berbagai lembaga keagamaan dapat terus diperkuat. Bersama-sama kita menjaga kerukunan hidup beragama, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kedamaian di Kepulauan Riau,” tambahnya.
Sementara, Sekretaris Umum PGIW Kepulauan Riau, Pdt. Dr. Otniel Harefa, menjelaskan bahwa Sidang MPL merupakan forum organisasi yang dilaksanakan setiap tahun sebagai amanat konstitusi PGIW.
“Sidang Majelis Pekerja Lengkap merupakan agenda rutin tahunan untuk mengevaluasi pelayanan sekaligus merumuskan berbagai program strategis yang akan dilaksanakan PGIW Kepulauan Riau. Fokus pelayanan kami mencakup penguatan gerakan oikumenis, pelayanan kemanusiaan, keadilan bagi ciptaan, serta penguatan kerukunan hidup beragama di Provinsi Kepulauan Riau,” kata Pdt. Dr. Otniel Harefa.
Menurutnya, tantangan pelayanan gereja saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Sekretaris Umum menyampaikan dalam laporannya bahwa PGIW Kepri saat ini beranggotakan 44 sinode tingkat Wilayah/Daerah seiring penerimaan dua sinode baru dalam sidanbg MPL ini, dengan jumlah warga jemaat 218.330 orang, yang tersebar pada 497 gereja lokal yang dilayani oleh 115 Pendeta/Gembala, dimana data statistik ini memperlihatkan potensi besar yang dimiliki oleh gereja-gereja yang bernaung dalam rumah besar PGIW Kepri.
Oleh karenanya, Pdt. Otniel Harefa mengajak seluruh pimpinan gereja, tokoh masyarakat, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun pelayanan oikumenis tanpa memandang perbedaan denominasi maupun latar belakang. Ketika gereja bersatu dan bekerja sama dengan semua pihak, maka program-program yang dijalankan akan memberikan dampak positif, baik bagi warga gereja maupun masyarakat Kepulauan Riau secara umum, katanya.
“Sebagai lembaga persekutuan gereja yang tertua dan terbesar di Indonesia, PGIW memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi motor penggerak pelayanan oikumenis. Melalui kebersamaan ini kita dapat mewujudkan panggilan Tuhan untuk membawa damai, menghadirkan kesejahteraan, dan menjadi berkat bagi Kepulauan Riau serta bangsa Indonesia,” tuturnya.
Melalui proses persidangan yang berlangsung secara demokratis dan penuh semangat persaudaraan, Sidang MPL I berhasil menetapkan sejumlah program prioritas PGIW Kepulauan Riau untuk tahun pelayanan 2026. Program tersebut meliputi pelaksanaan Kunjungan Pastoral ke seluruh sinode anggota guna memperkuat hubungan pelayanan dan semangat oikumenis, pembentukan PGID Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Lingga, Penyelenggaraan Festival Paduan Suara Gerejawi Tingkat Kepulauan Riau sebagai bagian dari pembinaan iman dan peningkatan kualitas warga gereja dalam memuji Tuhan, serta pelaksanaan Perayaan Natal Bersama PGIW Kepulauan Riau dan Natal PGID Kota Batam.
Sidang juga memberikan perhatian khusus terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di Kepulauan Riau, khususnya sebagai daerah perbatasan.
Salah satu keputusan strategis yang dihasilkan adalah inisiasi pendirian Shelter Pelayanan Kemanusiaan PGIW Kepulauan Riau, yang akan melayani korban perdagangan orang (human trafficking), kekerasan terhadap perempuan dan anak, pekerja migran yang mengalami permasalahan, serta berbagai kasus sosial lainnya.
Program ini menjadi bentuk nyata komitmen gereja untuk tidak hanya melayani kebutuhan rohani umat, tetapi juga menghadirkan kepedulian, pendampingan, advokasi, dan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sidang MPL PGIW Kepri pertama ini ditutup dengan komitmen bersama seluruh sinode anggota untuk mengimplementasikan setiap keputusan yang telah ditetapkan.
Melalui semangat persatuan, kolaborasi, dan pelayanan yang kontekstual, PGIW Kepulauan Riau berharap dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat kerukunan hidup beragama, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan terang dan kasih Kristus bagi seluruh warga Kepulauan Riau. (*/hda)









