Pegadaian Batam Kembali Khitan 100 Anak

72

Batam, Posmetrobatam.co: PT Pegadaian Area Batam menggelar Khitanan Massal Gratis bagi 100 anak di PIH Batam Centre, Minggu (5/7/2026). Program sosial yang digelar saat libur sekolah ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Kepala Departemen Non Gadai Pegadaian Area Batam, Ngadiman, mengatakan kuota peserta langsung terpenuhi hanya sehari setelah pendaftaran dibuka.

“Alhamdulillah, manajemen kembali memberikan amanah kepada kami untuk menggelar khitanan massal saat libur sekolah. Antusias masyarakat sangat tinggi. Baru satu hari dibuka, kuotanya langsung penuh,” ujar Ngadiman.

Ia mengaku masih banyak masyarakat yang ingin mendaftar. Namun, keterbatasan kuota membuat Pegadaian belum dapat mengakomodasi seluruh peserta.

“Kami juga mohon maaf kepada masyarakat yang belum terakomodasi. Ke depan kami akan berupaya menambah kuota agar lebih banyak anak yang bisa mengikuti program ini,” katanya.

BACA JUGA:  Batam-Malang Jalin Kerja Sama Strategis, Amsakar Sambut Peluang Suplai Kebutuhan Pokok

Ngadiman berharap kegiatan tersebut dapat mempererat hubungan Pegadaian dengan masyarakat Batam sekaligus membantu meringankan beban orang tua.

“Kami berharap anak-anak yang mengikuti khitanan ini tumbuh sehat, rajin belajar, dan menjadi kebanggaan keluarga,” tambahnya.

Menurut Ngadiman, program ini terbuka untuk umum dengan peserta berusia 2 hingga 18 tahun.

“Jadi peserta paling tua berusia 18 tahun. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan semakin baik,” terang Ngadiman

Selain layanan khitan gratis, Pegadaian juga memperkenalkan berbagai produk dan layanan digital kepada masyarakat, termasuk aplikasi Tring yang digunakan peserta saat proses pendaftaran.

“Melalui aplikasi Tring, masyarakat bisa melakukan berbagai transaksi dan memperoleh informasi produk Pegadaian hanya melalui ponsel tanpa harus datang ke kantor,” jelasnya.

BACA JUGA:  Kasus Pembunuhan di Karimun, Mantan Suami Siri Habisi Korban karena Sakit Hati

Setiap peserta juga menerima paket bantuan berupa beras, tas sekolah, sarung, dan alat tulis.

Sementara itu, Ketua Bidang Kerja Sama dan Keseminatan Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (ASDKI), dr. Muhammad Genta Jagad, menambahkan, bahwa khitan merupakan bagian penting dalam perjalanan anak laki-laki menuju kedewasaan dan kebersihan diri.

Menurutnya, peserta mendapatkan layanan dengan standar yang sama seperti layanan komersial. Tim medis menggunakan metode modern yang lebih nyaman, minim nyeri, serta mempercepat proses pemulihan.

“Kami menggunakan metode khitan modern dengan hasil yang lebih rapi, perawatan luka lebih praktis, dan masa pemulihan lebih cepat dibandingkan metode lama,” ucap Genta.

Ia juga mengimbau para orang tua untuk tetap mengikuti grup WhatsApp pemantauan pasca-khitan agar tim medis dapat memantau kondisi peserta hingga pulih sepenuhnya.

BACA JUGA:  International Friendly Fishing Tournament 2025 Diikuti Ratusan Peserta Dari Empat Negara

“Jika ada keluhan atau hal yang perlu dikonsultasikan selama masa pemulihan, orang tua dapat langsung berkomunikasi dengan tim medis melalui grup yang telah disediakan,” pungkasnya.(hbb)