Atlet Taekwondo Kharisma Bangsa Siap Harumkan Indonesia di Wu Kwon Championship 2026 Malaysia, Mengisi 24 Kelas Pertandingan

135

Batam, Posmetrobatam.co: Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya berpihak, semangat itu tetap menyala. Bagi atlet taekwondo muda Kharisma Bangsa, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Justru dari latihan yang dijalani sejak usia dini, mereka bersiap membawa Merah Putih berkibar di ajang internasional.

Pada 22–23 Agustus 2026 mendatang, atlet Taekwondo Kharisma Bangsa Batam ini akan tampil di Wu Kwon Championship 2026 yang digelar di Paradigm Mall, Johor Bahru, Malaysia. Dan mengisi 24 kelas pertandingan.

Kejuaraan internasional tahunan yang diselenggarakan Federasi Taekwondo Malaysia tersebut akan mempertemukan atlet-atlet dari berbagai negara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Hong Kong, hingga India.

Kontingen Taekwondo Kharisma Bangsa Batam ini terdiri dari enam atlet Kyorugi Fighting Female: Meriana, Jessica Elvaretta Sandra, Thea Anastasya Clara Putri, Seanwidy Aurora Siregar, Aisyah Puji Astuti, dan Mikhayla Putri Willian.

Sebelas atlet lainnya merupakan atlet Kyorugi Male: Stefano Weasley Halim, Vincent Anugrah Pratama, M Ridho Anan Hendrawan, Ubay Muhammad Hasan, M AlFaqih Adwitiya, Gerald Ben lucas Pellokila, Noah El Bale Aridiona, Ray Virendra Wanas, M Ammar Albani, Elang Dhirar Oceania, dan Ashin Arseneo.

Ada juga lima Atlet Poomsae Female: Jessica Elvaretta Sandra, Selvi Yani, Rasendria Nareswari Candranegara, Celine, dan Shoffiyah Aqielah. Berikutnya ada 2 Atlet Poomsae Male: Noah El Bale Aridiona dan Ammar Abdulbarr.

BACA JUGA:  Gol Cepat Haaland Bawa City Samai Poin Arsenal di Puncak Klasemen

Bagi Taekwondo Kharisma Bangsa, tampil di kejuaraan internasional bukanlah pengalaman pertama. Sejak 2010, Taekwondo Kharisma Bangsa rutin mengikuti berbagai turnamen di Malaysia dan Singapura. Bahkan, beberapa atlet mereka pernah menorehkan prestasi membanggakan pada Wu Kwon Championship 2024.

Di balik keberangkatan tahun ini, tersimpan perjuangan yang tidak ringan. Seluruh biaya keberangkatan atlet ditanggung secara swadaya oleh para orang tua. Nilai tukar mata uang rupiah yang terus melemah, membuat biaya bertanding di luar negeri semakin besar. Namun, semangat untuk mengukur kemampuan di level internasional jauh lebih besar daripada segala keterbatasan.

“Kondisi ekonomi memang menjadi tantangan. Bertanding di luar negeri membutuhkan biaya yang tidak sedikit, apalagi dengan kurs yang terus naik. Tetapi hal itu tidak pernah menyurutkan semangat kami untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia,” ungkap Head Coach Taekwondo Kharisma Bangsa, Soewito Trikusuman.

Para atlet yang akan berangkat merupakan hasil pembinaan jangka panjang. Mereka telah berlatih selama tiga hingga empat tahun, bahkan sebagian besar sudah mengenal Taekwondo sejak berusia lima tahun. Kini, rata-rata usia mereka berada di kisaran 9 hingga 11 tahun, usia yang masih sangat belia tetapi telah ditempa dengan disiplin, kerja keras, dan mental bertanding.

BACA JUGA:  Tutup Turnamen Voli Gubernur Cup Zona Natuna, Ansar: Majukan Olahraga Kepri

Ajang Wu Kwon Championship bukan sekadar berburu medali. Lebih dari itu, kejuaraan ini menjadi sarana mengukur kemampuan para atlet muda menghadapi lawan-lawan dari berbagai negara. Sistem pertandingan menggunakan digital sensor scoring system, dipimpin wasit-wasit internasional, serta menerapkan standar perlengkapan pertandingan kelas dunia.

Atmosfer pertandingan pun menjadi pengalaman yang tak ternilai. Ribuan penonton memenuhi arena, sorak-sorai bergema dari berbagai negara, sementara setiap atlet dituntut mampu mengendalikan mental dan strategi di atas gelanggang.

“Atmosfer bertanding di internasional sangat berbeda. Ketika berhadapan dengan atlet-atlet dari negara lain dan disaksikan ribuan penonton, semangat juang anak-anak justru semakin tinggi. Mereka merasa sedang membawa nama bangsa, bukan hanya bertanding untuk diri sendiri,” tutur Soewito.

Kesempatan seperti inilah yang diyakini mampu membentuk karakter para atlet sejak dini. Mereka belajar tentang keberanian, sportivitas, kedisiplinan, sekaligus menghargai persaingan sehat di tingkat internasional.

BACA JUGA:  Jadwal Piala Asia U-17 2025 Malam Ini, Timnas Indonesia Vs Korsel

Di balik setiap tendangan dan pukulan yang akan mereka lepaskan nanti, tersimpan doa dan pengorbanan para orang tua yang tanpa lelah mendukung perjalanan putra-putrinya. Dukungan itulah yang menjadi kekuatan utama bagi keluarga besar Taekwondo Kharisma Bangsa.

Soewito pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet dan para orang tua yang terus memberikan kepercayaan kepada tim pelatih.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh taekwondoin dan para orang tua Taekwondo Kharisma Bangsa yang selalu memberikan dukungan tanpa henti. Kepercayaan inilah yang menjadi motivasi kami untuk terus mencetak prestasi,” ujar Soewito.

Perjalanan mereka tidak berhenti di Johor Bahru. Sepulang dari Malaysia, Taekwondo Kharisma Bangsa akan langsung mempersiapkan diri menghadapi Changmookwan Championship 2026 di Singapura pada 5–9 September 2026, kemudian dilanjutkan dengan Daedo Championship 2026 di Singapura pada Desember mendatang.

Bagi taekwondoin muda ini, setiap kejuaraan adalah langkah menuju mimpi yang lebih besar. Mereka mungkin masih berusia belia, tetapi keberanian mereka melangkah ke arena internasional menjadi bukti bahwa prestasi tidak lahir dari kemewahan, melainkan dari latihan yang panjang, dukungan keluarga, dan tekad yang tidak pernah padam.(chi)