Kondisi Fiskal Lingga Belum Baik, Perlu Pertimbangan Pemprov Serahkan Bom Dabo ke Pemkab

63
Bom/pelabuhan Dabo, Lingga.Foto: dok

Lingga, Posmetrobatam.co: Adanya pertimbangan dan wacana dari Pemerintah Provinsi Kepri untuk menyerahkan bom/pelabuhan Dabo ke Pemkab Lingga perlu dipertimbangkan secara matang.

Selain merupakan satu-satunya pelabuhan yang menjadi kewenangan Provinsi Kepri di  Kabupaten Lingga, kondisi fiskal APBD Lingga yang saat ini belum baik, sangat dikhawatirkan bila diserahkan, semakin memperparah kondisi dan fungsi bom/pelabuhan Dabo.

Menanggapi wacana Provinsi Kepri tersebut, tokoh masyarakat Kabupaten Lingga H. Muhammad Ishak menilai, sangat jauh berbeda bila dibandingkan ketika pelabuhan Sei Tenam diserahkan Pemprov Kepri ke Kabupaten Lingga

Ia melihat dengan kondisi fiskal APBD Lingga yang belum baik, diharapkan sekali itu adalah sebaliknya berupa banyaknya anggaran APBD Propinsi Kepri dan APBN yang dialokasikan ke Kabupaten Lingga untuk peningkatan dan pembngunan infrastruktur guna kemudahan pelayanan sekaligus menarik investasi swasta.

BACA JUGA:  Jajaran Polres Natuna Nyebur Air Laut Gotong Logistik Pilkada 2024

“Jangan sampai terjadi geliat   pembagunan di Kabupaten Lingga semakin hari semakin  tertinggal jauh bila dibandingkan dengan pekembangan pembangunan di kabupaten/kota di Provinsi Kepri,” ungkapnya, Minggu (21/6).

Menurutnya, bila suatu daerah di Provinsi Kepri memiliki prosentase angka kemiskinan yang masih tinggi dan indek pembngunan manusia yang masih rendah tentu berdampak pula pada perkembangan pembangunan secara keselurahan di Propinsi Kepri.

“Pemerintah pusat dan pemerintah provinsi perlu membuat skema tertentu untuk bagaimana mengungkit geliat pembangunan dan kemajuan suatu daerah yang PAD-nya rendah dan APBD-nya relatif belum memadai, tetapi potensi sumberdaya ekonominya sangat tinggi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Kabupaten Lingga yang sangat kaya potensi wisata alam, sejarah dan budaya, dimana akhir-akhir ini mulai menunjukkan tren yang cukup baik dikunjungi wisatawan dari Malaysia dan Singapura. Sementara berbgai fasilitas pariwisata  di Kabupaten Lingga, terutama di Daik masih banyak yang harus ditingkatkan dan dipenuhi.

BACA JUGA:  BPGN dan BPJS Ketenagakerjaan Natuna Tandatangani Kerjasama

Selain permasalahan akses menuju Kabupaten Lingga, akses ke destinasi objek objek wisatanya juga masih banyak yang harus ditingkatkan dan di bangun, seperti perlunya segera membangun jalan menuju situs Benteng Cening, situs Istana Kota Batu, dan Situs Perigi Hangtuah. Termasuk juga bagaimana mempercepat pembngunan Damnah sebgai kota pusaka, dan  peningkatan jalan menuju Pantai Dungun.

Begitu juga dengan akses dari Batam menuju Lingga yang semntara ini masih menggunakan rute kapal laut Punggur – Sei Tenam yang membutuhkan waktu lebih kurang 5 jam baru sampai Daik, sehingga perlu dicari segera alternatif lain atau terobosan baru, misalnya melalui pelabuhan Cakang Batam ke Sei Tenam yg bisa dtempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam.

BACA JUGA:  Gemerlap Malam Puncak Adujaknas GenRe 2025, Bupati Roby Sebut Ini Ruang Komunikasi Remaja se-Indonesia

Barangkali untuk hal-hal permasalahan seperti itulah Pemprov Kepri dan pusat harus hadir dan ikut merespon untuk membntu Kabupaten Lingga didalam pembangunan dan pemajuan pariwisatanya, disamping aktifnya Pemkab Lingga juga menjadi hal yang utama.(mrs)