Dua Tahun Berjalan, Gerakan “Batik 31” Sukses Pangkas 70% Sampah Plastik di SMPN 31 Batam

59

Batam, Posmetrobatam.co: Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, program lingkungan inovatif Batik 31 yang mengusung jargon “Bawa Wadah Sendiri, Cantik Tanpa Plastik” terbukti membawa dampak besar bagi ekosistem sekolah. Sejak pertama kali diluncurkan pada pertengahan tahun 2024 lalu, gerakan ini telah berhasil mengubah kebiasaan ratusan warga sekolah dalam menekan penggunaan plastik sekali pakai.

Program Batik 31 merupakan inisiasi berbasis lingkungan yang mewajibkan seluruh warga sekolah—mulai dari siswa, guru, hingga staf karyawan—untuk membawa tempat makan dan botol minum (tumbler) sendiri dari rumah setiap hari. Singkatan “Batik” diambil dari esensi gerakan ini, yaitu bawa wadah sendiri, cantik tanpa plastik, sementara angka “31” merujuk pada identitas sekolah  yaitu SMP Negeri 31.

BACA JUGA:  Seleksi Paskibraka Batam 2026 Diikuti 712 Peserta, Digelar Ketat dan Transparan

Perubahan paling signifikan terlihat di area kantin. Jika dua tahun lalu tempat pembuangan sampah selalu penuh dengan kemasan plastik mika, sedotan, dan kantong kresek, kini pemandangan tersebut telah berubah total. Para pedagang kantin kini hanya melayani pembelian jika siswa menyodorkan wadah milik mereka sendiri.

“Awalnya memang canggung dan repot harus mencuci wadah setiap hari. Tapi sekarang, kalau ke kantin gak bawa wadah sendiri justru rasanya ada yang kurang,” ujar Natalia, salah satu murid  kelas VIII yang telah mengikuti program ini sejak tahun pertamanya.

Berdasarkan data internal ketua Adiwiyata sekola, Sri Hartati, volume sampah plastik harian di lingkungan sekolah mengalami penurunan drastis hingga 50 persen, dibandingkan sebelum program ini digulirkan pada 2024 lalu. Kepala SMPN 31, Eni Fetriana mengungkapkan rasa bangganya atas konsistensi seluruh warga sekolah dalam menjaga keberlanjutan program ini.

BACA JUGA:  Tim Penyelenggaraan Reklame Kota Batam, Lanjutan Penertiban Reklame 1.315 Titik Sudah Ditertibkan

“Batik 31 bukan sekadar program musiman, ini adalah investasi karakter. Selama dua tahun ini, kita tidak hanya membersihkan sekolah dari plastik, tetapi juga menanamkan gaya hidup peduli lingkungan yang akan terus dibawa siswa hingga mereka dewasa nanti,” tegasnya saat ditemui di ruangannya, Rabu (17/6).

Keberhasilan program Batik 31 juga berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup setempat. Sebagai rencana jangka panjang, pihak sekolah akan mengintegrasikan program ini dengan sistem eco-enzym dan pengelolaan sampah organik kantin, sehingga target Zero Waste School (Sekolah Bebas Sampah) dapat tercapai sepenuhnya pada akhir tahun depan.(chi/***)