Pemilik Toko Material Angkat Bicara, Warga Kasu Buka Ruang Dialog dengan LIRA

95

Batam, Posmetrobatam.co: Polemik yang berkembang terkait proyek siluman yang menjadi perhatian publik. Di tengah berbagai spekulasi yang beredar, pemilik toko material PT Logam Jaya Sejahtera, Rika, akhirnya memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melaporkan persoalan pembayaran material proyek kepada pihak mana pun.

Rika mengaku terkejut ketika nama perusahaan miliknya disebut-sebut sebagai sumber informasi yang memicu sorotan terhadap proyek tersebut. Menurutnya, persoalan pembayaran material telah selesai jauh sebelum polemik mencuat ke ruang publik.

“Saya tidak pernah menyampaikan persoalan itu kepada siapa pun selain suami saya. Memang ada tagihan, tetapi semuanya sudah diselesaikan pada 21 Mei lalu,” ujar Rika saat ditemui di tempat usahanya di kawasan Tiban, Kamis (18/6).

Ia menjelaskan, PT Logam Jaya Sejahtera menjadi pemasok material proyek dengan nilai transaksi sekitar Rp300 juta. Namun, sebagian pembayaran telah dilakukan secara bertahap selama proses pengiriman material berlangsung.

BACA JUGA:  Dukung Tata Kelola Perumahan, Amsakar Berikan Penghargaan atas Penyelesaian PSU

Menurutnya, seluruh kewajiban pembayaran telah dilunasi oleh pihak pemesan proyek sebelum isu tersebut ramai diperbincangkan pada Juni 2026.

“Jadi persoalan itu sudah selesai dan tidak ada masalah lagi,” katanya.

Rika juga membantah pernah menghubungi ataupun mengadukan persoalan tersebut kepada LSM, organisasi masyarakat maupun pihak lain. Karena itu, ia mengaku tidak mengetahui alasan namanya dikaitkan dengan polemik yang berkembang.

Sementara itu, Ketua Forum RT/RW Pulau Kasu, Dani, membantah adanya informasi yang menyebut telah terjadi perdamaian atau kesepakatan antara masyarakat Pulau Kasu dan Gubernur LSM LIRA Kepri, Yusril Koto.

Menurut Dani, hingga saat ini belum pernah ada pertemuan langsung maupun forum dialog yang mempertemukan kedua belah pihak.

BACA JUGA:  Interkoneksi Air Tiga Perumahan Langsung Dikerjakan, Anang Apresiasi SPAM Batam

“Kami tidak pernah menerima ajakan damai ataupun kesepakatan apa pun. Bagaimana mau damai kalau bertemu saja belum pernah. Kami bahkan sudah datang ke kantor beliau, tetapi yang bersangkutan tidak ada,” kata Dani.

Ia menjelaskan, masyarakat Pulau Kasu sejak awal hanya meminta Yusril Koto membuktikan pernyataannya terkait dugaan proyek siluman yang sempat disampaikan kepada publik.

“Kami sudah mengundang beliau untuk datang dan menunjukkan proyek yang dimaksud. Bahkan sebelum aksi dilakukan, kami memberi waktu 3×24 jam untuk memberikan penjelasan, tetapi tidak ada tanggapan,” ujarnya.

Dani menegaskan masyarakat Pulau Kasu tidak memiliki kepentingan lain selain menjaga kejelasan informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Ia juga membantah anggapan bahwa pembangunan di Pulau Kasu dilakukan secara eksklusif atau mengabaikan wilayah lain.

BACA JUGA:  Hujan Turun, Sejumlah Wilayah di Batam Terendam Banjir Setinggi Orang Dewasa

Menurutnya, proyek yang berjalan merupakan hasil gotong royong masyarakat dan dukungan para donatur untuk memenuhi kebutuhan warga setempat.

“Kami tidak pernah iri dengan pembangunan di tempat lain. Proyek ini dibangun dari swadaya masyarakat dan donatur untuk kepentingan warga Pulau Kasu,” katanya.

Meski demikian, Dani menegaskan pihaknya tetap membuka ruang komunikasi dan dialog demi menyelesaikan persoalan secara baik-baik.

“Kami siap kapan saja jika Pak Yusril ingin duduk bersama dan berdiskusi. Yang terpenting, persoalan ini tidak terus melebar dan tidak menimbulkan dampak buruk terhadap kondusivitas maupun iklim investasi di Kota Batam,” tutupnya.(hbb)