Batam, Posmetrobatam.co: Pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Batam menggelar turnamen 3X3 KSquare Series sebagai pemanasan menuju ajang basket dunia yang akan digelar di Batam yang digelar pada 23-26 Juli mendatang.
Turnamen yang berlangsung pada 9-14 Juni 2026 itu diikuti 14 klub anggota Perbasi Kota Batam dengan total 79 tim dari berbagai kategori. Sekitar 300 atlet ambil bagian dalam kompetisi yang menjadi ajang pemanasan menuju kejuaraan dunia tersebut.
Ketua Perbasi Kepulauan Riau, Suhadi, mengatakan KSquare Series menjadi bagian dari promosi dan sosialisasi FIBA 3X3 yang akan berlangsung di Dataran Engku Putri, Batam Centre.
“Kami ingin mengajak masyarakat, pemain, dan pecinta basket untuk merasakan atmosfer 3X3 lebih awal. Harapannya, antusiasme semakin tinggi saat kejuaraan dunia berlangsung nanti,” katany, Minggu (14/6).
Menurut Suhadi, kehadiran FIBA 3X3 di Batam menjadi kesempatan istimewa bagi masyarakat Kepri untuk menyaksikan langsung aksi atlet basket terbaik dunia. Suhadi menilai momentum tersebut dapat mempercepat perkembangan basket 3X3 di daerah sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Batam dan Kepri.
Ketua Perbasi Kota Batam, Junico, mengatakan kompetisi lokal sengaja digelar untuk memperluas pengenalan basket 3X3 yang kini berkembang pesat di berbagai negara.
“Kami ingin menumbuhkan minat atlet muda terhadap basket 3X3. Ke depan kami berharap Batam dan Kepri mampu melahirkan pemain yang bisa bersaing di tingkat nasional,” teranya.
Basket 3X3 dikenal sebagai format permainan yang cepat dan atraktif. Setiap tim hanya diperkuat tiga pemain dan bertanding di setengah lapangan dengan tempo permainan tinggi. Popularitas cabang ini terus meningkat sejak resmi menjadi nomor pertandingan Olimpiade.
Selain itu, Batam akan menjadi pusat perhatian dunia basket 3X3 pada akhir Juli mendatang. Sebanyak 32 negara dijadwalkan mengikuti rangkaian FIBA 3X3 Women Series dan World Challenge 2026.
Suhadi mengungkapkan sejumlah tim elite dunia telah memastikan kehadiran mereka, termasuk tim putri juara dunia asal Belanda dan tim putra juara dunia dari China.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Batam dan Kepri untuk hadir dan menyaksikan langsung pertandingan kelas dunia ini,” katanya.
Selain menghadirkan tontonan olahraga berkualitas, ajang internasional tersebut juga diproyeksikan memberi dampak positif bagi sektor pariwisata, perhotelan, UMKM, dan perekonomian daerah melalui kedatangan atlet, ofisial, serta wisatawan mancanegara. (hbb)









