Batam, Posmetrobatam.co: Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di tingkat SMK/SMA sederajat di Provinsi Kepulauan Riau segera dimulai. Dinas Pendidikan Kepri memastikan seluruh rangkaian proses berjalan sesuai jadwal hingga penutupan seleksi yang ditandai dengan pengumuman hasil dan daftar ulang peserta.
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, mengatakan pihaknya membentuk posko layanan PPDB untuk mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan yang muncul selama proses penerimaan murid baru.
“Posko ini kami siapkan agar setiap kendala bisa segera ditangani tanpa harus menunggu lama,” kata Andi, Selasa (9/6).
Ia menjelaskan, pelaksanaan SPMB telah ditetapkan dengan jadwal sebagai berikut: pendaftaran pada 11–14 Juni 2026, dilanjutkan verifikasi dokumen pada 16–25 Juni 2026, pengumuman hasil seleksi pada 29 Juni 2026, serta daftar ulang pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026. Sementara itu, masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) dijadwalkan berlangsung pada 20–25 Juli 2026.
Masyarakat, kata Andi, dapat langsung mendatangi sekolah tujuan untuk melakukan pendaftaran. Pihak sekolah akan memberikan bantuan apabila ditemukan kendala dalam proses tersebut.
Selain layanan di sekolah, Dinas Pendidikan Kepri juga menyiapkan sejumlah posko, termasuk posko pendidikan dan posko gabungan. Tahun ini terdapat lima posko yang mengintegrasikan layanan SMA dan SMK dalam satu lokasi.
Sebagai contoh, wilayah Sekupang terpusat di SMK Negeri 4. Posko tersebut dibentuk untuk mempercepat pelayanan sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan yang mungkin muncul selama proses penerimaan peserta didik baru.
Terkait pemisahan layanan, Andi menegaskan bahwa SMA dan SMK tetap berada dalam satu posko terpadu. Dengan sistem ini, masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan tanpa harus berpindah lokasi, meskipun masing-masing jenjang pendidikan memiliki karakteristik persoalan yang berbeda.
Ia juga menilai kehadiran posko memberikan kemudahan bagi berbagai pihak, termasuk media dan Ombudsman, dalam melakukan pemantauan. Mereka tidak perlu mendatangi setiap satuan pendidikan, karena cukup mengakses informasi melalui posko yang tersedia.
“Seluruh sekolah sudah terhubung secara daring dan dilengkapi fasilitas Zoom, sehingga koordinasi dapat berjalan lebih cepat dan efisien,” jelasnya.
Menurut Andi, model layanan tersebut juga mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan. Saat Wakil Menteri berkunjung ke Batam beberapa waktu lalu, konsep tersebut dinilai positif dan menjadi perhatian.
Di sisi lain, ia mengingatkan orang tua agar tidak lagi memaksakan anak masuk ke sekolah yang dianggap favorit. Ia menegaskan bahwa saat ini tidak ada lagi istilah sekolah favorit, karena seluruh sekolah memiliki standar layanan yang sama.
Ia menutup dengan imbauan agar masyarakat tidak khawatir, karena seluruh sekolah telah dipersiapkan untuk memberikan layanan pendidikan yang baik bagi seluruh peserta didik.
“Pendaftaran harus mengikuti jalur yang telah ditentukan, yakni jalur prestasi, afirmasi, dan domisili,” tutupnya. (hbb)









