PT McDermott di Batam Berhasil Mengkonversi Energi Angin jadi Listrik, Pertama di Indonesia

80

Batam, Posmetrobatam.co:  PT McDermott di Batam berhasil mengerjakan proyek konversi energi angin menjadi listrik. Proyek ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappenas), Rachmat Pambudy mengaku sangat bangga berkesempatan meresmikan proyek konversi energi angin menjadi energi listrik.

“Kita semua berharap, proyek ini memberikan banyak manfaat baik dari sisi ekonomi dan investasi, yang tidak hanya dirasakan bagi Kota Batam semata, tapi juga nasional secara umum,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (28/5).

Menteri Rachmat menghadiriacara inagurasi Gedung Cakrawala dan Nusantara PT McDermott Indonesia didampingi oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Kedua gedung tersebut dikembangkan PT McDermott guna mendukung Tennet 2GW High Voltage Direct Current Project, yakni proyek konversi energi angin menjadi energi listrik pertama di Indonesia, sekaligus merupakan bagian dari pengembangan industri energi berkelanjutan yang bisa bersaing di tingkat global.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Resmikan Layanan Bank Emas Pertama di Indonesia Siang Ini

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, proyek ini juga satu sisi bisa memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat industri fabrikasi dan energi di Indonesia, sekaligus akan mampu menjadi rantai pasok industri energi berkelanjutan, yang siap bersaing di tingkat dunia.

“Sejak merintis operasionalnya di dekade 1970-an, McDermott telah bertransformasi dari lahan awal seluas 8 hektare menjadi raksasa industri fabrikasi lepas pantai seluas 110 hektare,” kata dia.

Selama lebih dari 50 tahun, lanjutnya, perusahaan ini menjadi pelopor tulang punggung industri manufaktur maritim di Asia Tenggara.

“Kita sangat bangga menyaksikan tonggak sejarah baru melalui peresmian Gedung Cakrawala (fasilitas perakitan blok dengan sistem pengendali iklim) dan Gedung Nusantara (fasilitas blasting dan painting) senilai 240 juta dolar AS atau setara Rp4 triliun,” kata Ansar.

BACA JUGA:  "Kotak Kosong" Gugat Hasil Pilkada Bintan 2024 ke MK

Proyek ini memberikan efek ganda dengan penyerapan 7.000 tenaga kerja lokal dalam proses konstruksinya dan melibatkan 100 persen insinyur muda lokal dalam perencanaan strukturnya. Selain itu proyek ini menggerakkan ekonomi Kepri yang tumbuh sebesar 7,04 persen pada triwulan 1-2026 secara tahunan.

“Sehingga pada akhirnya, bisa menempatkan Kepri di peringkat pertama di regional Sumatera dan peringkat ke-5 nasional. Selain itu juga memberikan dampak pada capaian investasi Kepri sebesar Rp 64,67 triliun pada tahun 2025,” kata dia.

Kegiatan ditandai dengan seremoni pemotongan pita bersama- sama oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Gubernur Ansar Ahmad, Manajemen PT McDermott dan juga penandatanganan prasasti.(ant)