Posmetrobatam.co: Penampilan Jais (37), pria asli Purbalingga ini begitu sederhana. Tapi, siapa sangka, dia adalah bos advertising.
Mengawali kisah hidupnya di perantauan, dari seorang loper koran. “Hidup harus berubah,” katanya penuh antusias saat bercerita dengan Posmetrobatam.co, Jumat (22/5).
Waktu itu, sekitar tahun 1998. Hidup masih terasa sulit. Penghasilan dari loper koran, pas-pasan. “Tapi alhamdulillah, cukup buat kebutuhan anak istri,” kata pria dua anak ini, mengenang masa lalunya.
Suatu hari, lanjut Jais, di tengah himpitan hidup yang begitu keras, dia merasa tertarik dengan bisnis cutting stiker.
Tapi, Jais harus berpikir seribu kali ketika hendak mewujudkan keinginannya itu.
“Gimana caranya ya mau bisnis itu, soalnya nggak punya modal,” selorohnya terkekeh.
Tapi, lagi-lagi Jais nggak kehabisan akal. Dia mencoba melobi beberapa pedagang kaki lima yang dia kenal.
“Saya datangi pedagang-pedagang kaki lima yang gerobaknya nggak ada tulisannya. Misalnya, pedagang gorengan. Saya tanya dan sekaligus saya tawarkan, biar gerobaknya dipasang stiker. Saya jelaskan panjang lebar. Kalau jualannya biar banyak dilirik orang dari jauh, harus dipasang stiker. Jadi, dari jauh, orang sudah tahu kita jualan apa. Pokoknya saya ngomong panjang lebar, sampai orang penjual gorengan itu akhirnya mau beli stiker tulisannya dari saya. Apalagi harganya nggak terlalu mahal. Orang itu langsung mau. Alhamdulillah. Waktu dapat satu orang, saya cari lagi sampai dapat beberapa orang. Dalam hati, saya bahagia luar biasa. Akhirnya, sejak itu, setelah tugas mengantar koran ke langganan sudah selesai, saya pun mulai rutin mencari pedagang-pedagang kaki lima yang gerobaknya belum ditempeli stiker,” cerita Jais semakin semangat.
“Setelah dapat calon pembeli stikernya, saya datang ke kawan, yang kebetulan bergelut di dunia bisnis cutting stiker. Dari hari ke hari, pesanan semakin banyak,” sebut Jais.
“Pelan-pelan, belajar dari kawan, saya tanya ke dia, apa saja alat-alat yang dibutuhkan buat cutting stiker. Alhamdulillah, ada rejeki sedikit, saya bisa beli alat-alatnya,” ucapnya.
Hingga sampailah pada cerita akhirnya Jais bisa buka usaha sendiri. Tak hanya terbatas pada pesanan cutting stiker.
Kini, sejumlah proyek pemasangan jasa kontruksi untuk bahan promosi, baliho dan papan reklame, neon box, billboard dan semua produk advertising indoor dan outdoor yang ada di Kepri ini, berhasil dikuasai Jais.
“Alhamdulillah, sejumlah perusahaan swasta dan BUMN, serta pemerintahan yang ada di Kepri, mempercayakan order jasa advertising yang saya jalankan saat ini,” ujarnya penuh bahagia.
Ditambahkan Jais, sebagai pendukung kelancaran kerjanya, kini Jais berhasil memiliki mesin CNC Router, dan sejumlah mesin potong-potong lainnya.
“Alhamdulillah kita sudah punya sejumlah mesin pemotong yang super canggih. Bisa buat potong bahan akrilik, PVC, ACP, GRC, triplek dan lainnya,” paparnya.
Dulu, kata Jais, kalau ada proyek yang urgent buat potong bahan tertentu, harus menyeberang ke Batam. Karena alatnya yang ada hanya di Batam.
“Butuh waktu dan tenaga lebih serta biaya yang tak sedikit, harus ke batam. Sekarang, alhamdulillah, saya sudah bisa beli beberapa mesin CNC Router, untuk mendukung beberapa orderan yang urgent,” ucapnya penuh syukur.
Disinggung soal harga mesin potong yang berhasil dibeli, Jais sempat garuk-garuk kepala saat hendak menyebut angkanya.
“Seharga satu mobil kayaknya,” katanya lagi sambil melepas tawa.
Tapi, bagi Jais, tak masalah. Katanya, orang yang buka usaha advertising itu nggak boleh ragu-ragu. “Harus yakin dan berani,” tegasnya penuh makna.
Ditanya soal kunci suksesnya, Jais punya satu prinsip. Jadi orang harus jujur, yakin dan percaya. “Selama rajin berusaha, Allah pasti berikan jalan buat kita. Satu lagi, ojo ngapusi (jangan bohong/ bahasa jawa),” pesannya.
Di sisi lain, bicara soal jujur, Jais pernah ditipu rekanan kerjanya.
“Proyek selesai, hasilnya saya nggak dibayar. Padahal, saya nggak kerja sendiri. Ada tim yang saya mendukung pekerjaan saya. Ya Allah sabar…..dalam hati. Jais yakin Allah akan ganti rejeki kita dengan jumlah yang berlipat ganda,” ucapnya.
“Intinya, setiap apa yang kita kerjakan, pasti ada resikonya. Tapi jangan takut, hadapi dengan lapang dada, pasti Allah memberikan pertolongan buat kita,” pungkasnya.(aiq)









