Dua Pembantu Presiden Prabowo Bikin Pernyataan Blunder Terkait Pupuk, Mana yang Betul?

78

Jakarta, Posmetrobatam.co: Dua pembantu Presiden Prabowo Subianto bikin blunder lagi. Antara kementerian simpang siur memberikan informasi mengenai pupuk. Yakni kementerian pertanian dan perdagangan. Yang satu, pupuk diimpor dan satunya lagi stok pupuk di Indonesia banyak bahkan akan diekspor.

Menurut Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/5), hubungan perdagangan Indonesia dan Rusia terus menunjukkan tren positif.

“Kami ingin memastikan momentum ini dapat terus diperkuat melalui peningkatan perdagangan yang saling menguntungkan dan kerja sama investasi yang lebih luas,” ujar Wamendag Roro saat melakukan pertemuan bilateral dengan Deputy Minister of Economic Development of the Russian Federation Vladimir Ilyichev di Kazan, Rusia.

Pertemuan yang berlangsung Selasa (12/5), waktu setempat itu bertujuan memperkuat hubungan perdagangan dan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rusia.

Wamendag Roro menyampaikan nilai perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai 4,8 miliar dolar AS atau meningkat 21,7 persen dibanding tahun sebelumnya.

Rusia juga menjadi mitra utama Indonesia di kawasan Eurasian Economic Union (EAEU), dengan kontribusi sebesar 90,6 persen terhadap total perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut.
Menurut Wamendag, Indonesia dan Rusia memiliki hubungan dagang yang saling melengkapi.

BACA JUGA:  Tenang, Mental Health Dijamin BPJS Kesehatan

Rusia menjadi pemasok (impor) komoditas strategis bagi Indonesia seperti batubara, pupuk, dan produk baja.

Sedangkan Indonesia mengekspor berbagai produk unggulan seperti minyak sawit, kopi, produk kelapa, dan kakao ke pasar Rusia.

“Indonesia menyambut baik meningkatnya kepercayaan pasar Rusia terhadap berbagai produk unggulan nasional. Kami berkomitmen menjaga kualitas, daya saing, dan keberlanjutan produk ekspor Indonesia di pasar Rusia,” ujar Roro Esti.

Wamendag Roro juga menegaskan, komitmen Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk terus mendorong hilirisasi industri, peningkatan nilai tambah, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Di lain pihak, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman memastikan stok pupuk Indonesia aman, bahkan diekspor ke luar negeri.

“Kemudian masalah global pupuk. Pupuk kita bukan cukup, tapi ekspor. Lusa kami akan lepas ekspor ke Australia. Perdana Menteri Australia meminta dan berterima kasih menelepon langsung Bapak Presiden. Dua tiga minggu lalu kalau tidak salah, meminta terima kasih atas bantuan Indonesia, kita menjual pupuk,” kata Amran di Gudang Bulog Pergudangan Bumi Maspion Romokalosari Gresik, Rabu (13/5).

BACA JUGA:  Cegah Kriminalisasi dan Black Campaign, Kejaksaan Tunda Usut Peserta Pemilu

Selain ke Australia, Amran menyebut negara lain seperti India juga meminta bantuan ekspor pupuk dari Indonesia.

“Kemudian saya ditelepon langsung Dubes India meminta 500.000 ton pupuk urea. Nah, di saat terjadi guncangan pangan maupun sarana produksi dunia, Indonesia alhamdulillah stabil,” jelasnya.

Bahkan, Amran mengatakan harga pupuk di Indonesia cenderung turun selama ketidakpastian global saat ini. Turunnya bahkan hingga 20%.

“Ada yang lebih menarik di saat pupuk langka di tingkat dunia, Indonesia menurunkan harga 20 persen dan itu tidak pernah terjadi selama Republik ini berdiri. Saya ulangi, bukan naik tapi menurunkan, itulah hebatnya presiden kita,” jelasnya.

“Dan satu hal lagi baru saja saya bicara dengan Menteri ESDM energi kita BBM subsidi tidak naik. Jadi pupuk turun, harga pupuk turun, BBM tidak naik. Kita alhamdulillah dua kali Ramadan harga relatif stabil. Terkadang ada satu wilayah yang naik karena ini transportasi, nah, kita ini negara kepulauan. Bayangkan pulau kita 17 ribu seluruh Indonesia, ini kita harus jangkau semua, ini persoalan distribusi,” tambahnya.

BACA JUGA:  18 Ketum Kadin Provinsi Gugat Anindya Bakrie: Kadin Indonesia Cuma Satu

Amran juga menegaskan stok pangan Indonesia sangat melimpah di tengah ketidakpastian global. Hal ini merupakan buah kerja keras pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama satu setengah tahun fokus menggarap ketahanan pangan.

“Di saat krisis pangan global maupun energi, Indonesia sekarang surplus pangan, khususnya beras. Kenapa sering mengatakan pangan ini identik dengan beras. Nah, ini orang kadang salah paham, pangan itu kalau kita makan itu didominasi oleh beras. Kalau di kampung kita dulu satu biji telur selebihnya nasi, berarti itu 90 persen lebih. Kalau di kota mungkin 70-an persen sampai 80 persen ada lauk dan macam-macam lain,” tutupnya.(dtk/ant)