Batam, Posmetrobatam.co: Lima Koperasi Merah Putih (KMP) kelurahan telah rampung dibangun di dua kecamatan padat penduduk, Nongsa dan Sagulung.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kota Batam, Salim mengatakan, lima titik KMP tersebut berada di dua kecamatan padat penduduk, yakni Nongsa dan Sagulung.
“Ada lima yang sudah selesai pembangunan dan diresmikan serentak kemarin tanggal 16 Mei,” ujar Salim, Selasa (19/5).
Ia merinci lima KMP tersebut berada di Kelurahan Sambau, Batu Besar, Sei Pelunggut, Sei Langkai, dan Tembesi.
Meski pembangunan fisik telah selesai, kata Salim, sebagian besar KMP tersebut belum beroperasi karena masih menunggu pengisian gerai dari pusat melalui PT Agrinas.
“Untuk pengisian gerainya masih menunggu dari pusat, dari PT Agrinas,” ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan usaha di setiap KMP nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan keputusan masing-masing koperasi.
“Jadi, tidak semuanya pasti gerai sembako, tergantung koperasinya nanti,” kata Salim.
Namun demikian, ia menyebut sebagian besar KMP direncanakan memiliki gerai kebutuhan pokok dan layanan usaha masyarakat lainnya.
“Rata-rata nanti ada gerai sembako, ada juga yang jual LPG. Untuk di Sagulung Kota bahkan sudah ada yang jual obat-obatan,” ujarnya.
Salah satu KMP yang mulai beroperasi berada di Kelurahan Sagulung Kota meski pembangunan gedungnya disebut belum sepenuhnya selesai.
“Walaupun bangunan KMP Sagulung Kota belum 100 persen, mereka sudah operasional,” kata Salim.
Selain lima titik yang telah selesai dibangun, Diskum Batam mencatat masih ada 37 titik KMP yang berada dalam tahap pembangunan fisik dan 22 titik lainnya dalam proses administrasi serta penyelesaian kebutuhan lahan.
Sesuai pantauan di KMP Sei Pelunggut, pembangunan memakan waktu lima bulan dan dibangun pada lahan Pemerintah Kota Batam, sebesar 600 meter persegi.
Warga Sei Pelunggut, Zaidun menyambut positif pembangunan KMP di wilayahnya yang memanfaatkan lahan fasilitas umum yang sebelumnya kosong.
“Ini merupakan fasum kosong dan baru dibangun sekarang. Bagus lokasinya karena berada di tengah masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, hingga kini masyarakat setempat belum memperoleh informasi pasti terkait waktu operasional maupun jenis produk yang akan dijual di gerai KMP tersebut.
Menurut Zaidun, masyarakat mendukung keberadaan KMP karena dinilai memudahkan akses kebutuhan pokok.
“Kalau buka tentu kami dukung karena dekat. Tapi walaupun dekat, masyarakat tetap mempertimbangkan harga produk sembakonya,” ujarnya.(ant)









