Batam, Posmetrobatam.co: Penimbunan lahan terjadi di dekat Perumahan Gesya Paradise, Kavling Manggis dan Kavling Suka Damai Kelurahan Tanjungpiayu, Kecamatan Sei Beduk. Aktivitas tersebut diprotes warga. Gesekan antara warga dan pekerja tak terelakkan.
Pertengkaran mulut tak terhindarkan. Sejumlah warga berdatangan ke lokasi penimbunan tersebut, untuk menanyakan legalitasnya.
Warga mensinyalir aktivitas tersebut tidak berizin. Pasalnya, lahan seluas sekitar 5 hektare itu dalam sengketa.
“Sudah lama lahan ini bersengketa. Kok tahu-tahu ada penimbunan. Iya semalam warga dan pekerja sempat ribut,” kata pakde, warga sekitar, Rabu (29/4).
Katanya, lahan itu sudah lama ‘tidur’ dan dibiarkan ditimbuhi ilalang. Kondisi lahan cekung. Tidak rata lagi. Tapi posisinya cukup strategis karena dikelilingi perumahan. Di antaranya juga ada Perumahan Darus Salam yang kabarnya bersengketa juga.
Nah, tiba-tiba datang puluhan lori ban 6 menimbun lahan tersebut. Sore hingga dinihari lori usang menimbuni lahan itu. Dua alat berat disiapkan di lokasi. Loder dan eskavator. Namun tidak ada plang perusahaan dan yang menjadi penanggungjawab pelaksanaan proyek tersebut.
Warga juga tak nyaman dan marah dengan hilir mudik lori-lori yang diduga tak laik jalan dan melebihi muatan atau over dimension over loading (odol), karena meninggalkan tanah, hingga menimbulkan debu di jalan yang dilalui.
“Sampai-sampai ada warga yang matanya kena debu, hingga terperosok di jalan berlubang,” kata Adi, warga lainnya.
Apalagi kalau hujan, jalanan yang kena tanah bekas lori itu licin. “Kalau hujan bikin licin tanahnya itu,” ucapnya.
Selain itu, saat melintas di jalan raya, sopir lori selalu mengebut. “Sudah jalannya kecil, sopir lori itu ngebut pula,” katanya.
Warga juga mempertanyakan atensi aparat berwajib atau pihak yang berwenang. Padahal lahan yang ditimbun itu tak jauh dari Polsek Sei Beduk dan Kantor Camat Sei Beduk.
“Tidak ada aparat yang datang untuk mengecek lokasi atau melakukan tindakan. Mungkin nunggu ada korban,” ujar warga lainnya, seperti apatis dengan ‘kelakuan’ para penguasa setempat.
Sementara itu, pihak Developer Perumahan Gesya Paradise yang dikonfirmasi wartawan ini di Batamcentre, Rabu (29/4), mengatakan, lahan yang ditimbun itu bukan miliknya. “Bukan lahan kami itu,” ucap pria yang tidak menyebutkan namanya.(waw)









