Pelantikan AMSI Kepulauan Riau 2025–2028, Diskominfo Tekankan Peran Media Tangkal Hoaks

95
Pelantikan Pengurus Wilayah Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Provinsi Kepulauan Riau periode 2025-2028 digelar di Asialink Hotel, Sabtu (25/4/2026).

Batam, Posmetrobatam.co: Pelantikan Pengurus Wilayah Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Provinsi Kepulauan Riau periode 2025-2028 digelar di Asialink Hotel, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan peran media siber dalam menghadapi tantangan arus informasi digital yang kian masif.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kepri, Hendri Kurniadi, menegaskan bahwa media memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah, terutama dalam menangkal penyebaran hoaks.

Menurut Hendri, fenomena informasi viral di media sosial kerap disalahartikan sebagai kebenaran. Padahal, tidak semua informasi yang viral dapat dipertanggungjawabkan.

“Yang viral belum tentu benar. Di sinilah peran media untuk meluruskan informasi yang keliru dan memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini tantangan terbesar adalah derasnya arus informasi yang beredar di berbagai platform, termasuk grup percakapan seperti WhatsApp, yang kerap sulit diklarifikasi ketika hoaks sudah terlanjur dipercaya publik.

BACA JUGA:  PAD dari Penempatan TKA Rendah, Disnakertrans Kepri Akan Lakukan Razia

“Ketika berita yang salah sudah menyebar luas, seringkali masyarakat lebih percaya pada informasi tersebut, meskipun sudah ada klarifikasi dari media yang kredibel. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” katanya.

Hendri juga menekankan pentingnya keberadaan media di daerah. Menurutnya, tanpa media yang profesional dan bertanggung jawab, ruang informasi berpotensi dikuasai oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia turut mengakui bahwa media membutuhkan dukungan untuk menjaga keberlangsungan operasionalnya, termasuk melalui kolaborasi dengan pemerintah. Namun demikian, ia menegaskan bahwa independensi media tetap harus dijaga.

“Media harus tetap kritis. Pemerintah juga perlu menerima koreksi sebagai bagian dari proses demokrasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Hendri juga memaparkan capaian media pemerintah daerah melalui portal resmi yang mampu menjangkau puluhan ribu pembaca per hari dan hingga jutaan pembaca setiap bulan.

BACA JUGA:  OJK Kepri Perkuat Literasi Keuangan Syariah Pekerja Kawasan Industri Terpadu Kabil

Meski demikian, ia tetap menilai peran media independen sangat penting dalam memperluas jangkauan informasi.

Selain itu, ia mengajak insan pers untuk tidak hanya mengejar jumlah pembaca, tetapi juga memperhatikan dampak atau pengaruh dari setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

“Yang terpenting bukan sekadar banyaknya yang melihat, tetapi bagaimana dampak dari informasi tersebut bagi publik,” tambahnya.

Hendri juga menyoroti potensi besar Kepulauan Riau sebagai daerah strategis yang menjadi wajah Indonesia di mata dunia, terutama bagi wisatawan mancanegara yang masuk melalui Batam.

“Ketika orang luar datang ke Batam, mereka melihatnya sebagai Indonesia. Maka citra yang ditampilkan harus benar-benar mencerminkan kondisi yang baik,” ujarnya.

BACA JUGA:  Realisasi Investasi Triwulan II 2025 di Kepri, Natuna Cuma Rp 2 Miliar

Ia berharap AMSI Kepri dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan informasi yang akurat sekaligus mempromosikan potensi daerah ke tingkat nasional maupun internasional.

“AMSI diharapkan menjadi penyambung informasi yang kredibel serta turut mempromosikan keunggulan Kepulauan Riau kepada dunia,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain anggota DPD RI Dwi Ajeng Sekar Respaty, Ketua BPS Provinsi Kepri Toto Haryanto Silitonga, perwakilan Kanwil Imigrasi Kepri Guntur Sahat Hamonangan, Ketua FKUB Kepri Handarlin Umar, serta Wakil Ketua Umum AMSI Upi Asmaradhana dan tamu undangan lainnya.(*/pemprovkepri/iw)