Jakarta, Posmetrobatam.co: Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla meminta Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah aslinya kepada publik, agar polemik terkait ijazahnya itu cepat selesai. Terkait ijazah ini pun sudah berlarut hingga bertahun-tahun. Akibatnya menyebabkan masyarakat terpecah. Terjadi pro kontra. Masyarakat tanah air resah.
Selain itu, Jusuf Kalla juga menyebut polemik ijazah Jokowi ini telah menghabiskan waktu hingga uang puluhan miliar untuk membayar pengacara.
“Sebenarnya kasus ini kan sudah dua tahun, tiga tahun meresahkan masyarakat, merugikan waktu Pak Jokowi, merugikan semua,” ujar Jusuf Kalla saat mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan Rismon Sianipar atas tudingan mendanai isu ijazah palsu Jokowi, Rabu (8/4).
“Puluhan miliar uang habis untuk (membayar) pengacara. Seperti saya ini, waktu saya hilang, dilibatkan tanpa keterlibatan,” imbuhnya.
Jusuf Kalla mengatakan, polemik ijazah Jokowi sudah membuat perpecahan di masyarakat.
“Pro kontra kan perpecahan. Maki-makian di TV nasional, kita terganggu dengan cara itu,” ucapnya.
“Saya yakin Pak Jokowi mengerti bagaimana kerugian sosial kita. Masalahnya ini dua tahun, tiga tahun. Ini tinggal kasih lihat (ijazah) selesai,” tambahnya.
Jusuf Kalla yakin, sebagai mantan presiden, Jokowi tidak menginginkan masyarakat terpecah belah karena persoalan ijazahnya. Ia meminta Jokowi menunjukkan ijazah aslinya kepada publik pada April 2026 ini agar polemik ijazah tersebut segera selesai.
“Pak Jokowi yakin bahwa punya ijazah asli. Sebenarnya untuk kita stop ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya yang asli,” kata Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla yakin, sebagai mantan presiden, Jokowi tidak menginginkan masyarakat terpecah belah karena persoalan ijazahnya.
“Daripada kita berseteru, ada kelompok berseteru bertahun-tahun, hilang waktu, hilang harkat sosial, kita harapkan selesai bulan ini dengan (Jokowi) menunjukkan ‘ini ijazah saya.’ Selesai itu saya yakin,” kata Jusuf Kalla.(ant/*)









