Satu Penumpang KMP Sembilang Tujuan Batam Meninggal di Tengah Perjalanan

33

Kepri, Posmetrobatam.co: Seorang penumpang kapal motor penumpang (KMP) Sembilang mengalami sesak nafas hingga meninggal dunia dalam perjalanan di Perairan Pulau Lobam, Kabupaten Bintan. Korban berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan.

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli mengatakan, korban yang diketahui bernama Jeffry Setiawan (40), warga Kedoya Utara, Jakarta Barat itu dilaporkan mengalami sesak nafas berat sejak pukul 03.00 WIB, Minggu (5/4), saat kapal sedang dalam perjalanan rute Kuala Tungkal menuju Batam. 

“Meski sempat mendapatkan bantuan oksigen dari kru kapal, kondisi korban terus memburuk hingga tidak sadarkan diri pada pukul 05.00 WIB,” kata Fazzli dalam keterangannya, Minggu pagi. 

Fazzli menyebutkan, informasi kedaruratan tersebut diterima oleh pihak SAR dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kijang sekitar pukul 05.55 WIB. 

BACA JUGA:  Gerakan Pramuka Harus Solid dan Menjadi Garda Terdepan Merajut Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Menindaklanjuti laporan itu, Kantor SAR Tanjungpinang segera mengerahkan tim rescue yang berjumlah enam personel menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) menuju titik evakuasi, yang berjarak sekitar 11,3 NM dari dermaga RBB Dompak. 

Sekitar pukul 06.50 WIB, tim SAR berhasil merapat ke KMP Sembilang, namun berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, korban terindikasi sudah mengalami henti nafas dan henti jantung. 

Proses evakuasi korban dari kapal ke RBB selesai dilakukan pada pukul 07.35 WIB, lalu korban dilarikan menuju Dermaga Telaga Punggur, Batam, guna penanganan medis lebih lanjut. 

Setibanya di Dermaga Telaga Punggur pada pukul 08.05 WIB, tim dokter pelabuhan melakukan pemeriksaan intensif dan menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.

BACA JUGA:  Bandara Internasional Hang Nadim Batam Tambah Rute Penerbangan Batam-Jambi-Batam

“Jenazah korban kemudian langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri,” ungkap Fazzli.

Dengan telah dievakuasinya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.(ant)