Puncak Mudik dan Balik Padat, Bandara Hang Nadim Catat Lonjakan Trafik

17

Batam, posmetrobatam.co: PT Bandara Internasional Batam memproyeksikan lonjakan signifikan pergerakan penumpang selama periode Lebaran 2026. Berdasarkan data resmi untuk periode 13–30 Maret 2026, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 280.920 orang, atau meningkat 3 persen dibandingkan Lebaran 2025.

Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam, Anton Marthalius, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi waktu puncak arus mudik dan arus balik yang akan diwarnai volume penumpang sangat tinggi.

Dalam proyeksi tersebut, pihak bandara memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada H-3, yakni 18 Maret 2026, dengan jumlah penumpang mencapai 18.329 orang. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada H+6, 28 Maret 2026, dengan jumlah penumpang mencapai 18.897 orang.

Anton menegaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi lonjakan ini dengan meningkatkan kesiapan operasional, baik dari sisi fasilitas maupun layanan penumpang.

Selama periode posko Lebaran, jumlah penumpang harian menunjukkan fluktuasi. Trafik mulai dari 14.590 penumpang pada 13 Maret, kemudian meningkat hingga mencapai puncak mudik pada 18 Maret dengan 18.329 penumpang. Setelah itu, angka sempat menurun sebelum kembali naik dan mencapai puncak arus balik pada 28 Maret dengan 18.897 penumpang, lalu kembali turun di akhir periode.

BACA JUGA:  BP Batam dan Korem 033 Wira Pratama Gelar Rapat Koordinasi, Kesiapan Infrastruktur Dasar Jadi Prioritas

Secara total, jumlah penumpang pada 2026 diproyeksikan mendekati angka tahun 2019 yang mencapai 281.959 penumpang. Dibandingkan 2025 yang mencatat 272.254 penumpang, angka tahun ini menunjukkan pertumbuhan 3 persen. Rata-rata harian juga meningkat menjadi 15.887 penumpang dari 15.425 penumpang pada 2025.

Pihak bandara juga mencatat peningkatan pada pergerakan penerbangan. Selama periode Lebaran 2026, jumlah penerbangan diperkirakan mencapai 1.821 penerbangan, naik dibandingkan 1.801 penerbangan pada 2025.

Di sektor kargo, bandara mencatat pertumbuhan yang konsisten. Volume kargo diproyeksikan mencapai 1.903 ton pada 2026, meningkat dari 1.813 ton pada 2025. Rata-rata harian kargo juga naik menjadi 105 ton.

Anton menekankan bahwa seluruh proyeksi ini menjadi acuan utama dalam memperkuat kesiapan operasional selama periode Lebaran. Pihak bandara juga memantau data trafik secara real-time melalui dashboard khusus di Posko Lebaran.

Ia memastikan seluruh stakeholder bandara telah siap menghadapi lonjakan penumpang, baik dari sisi keselamatan, keamanan, maupun kenyamanan.

Sementara itu, Bandara Internasional Hang Nadim Batam terus mencatat tren positif dalam pergerakan penumpang selama angkutan Lebaran 2026, baik pada arus mudik maupun arus balik.

BACA JUGA:  Ibu-ibu Bhayangkari Datangi Korban Kebakaran di Asrama Polisi Baloi

Rute Batam–Jakarta masih mendominasi trafik penerbangan. Berdasarkan data kumulatif 13–26 Maret 2026, rute ini mencatat 236 penerbangan dengan total 39.763 penumpang, yang menegaskan peran Jakarta sebagai hub utama penerbangan domestik.

Anton menjelaskan bahwa tren peningkatan ini mulai terlihat sejak pertengahan Maret dan terus menguat menjelang Lebaran.

Selain Jakarta, penumpang juga banyak memilih rute ke Pekanbaru, Kualanamu/Medan, Palembang, Surabaya, serta Padang dan Makassar sebagai destinasi favorit.

Dari sisi maskapai, grup Lion Air mendominasi dengan pangsa pasar terbesar. Maskapai Lion Air mencatat sekitar 72.564 penumpang atau 35 persen pangsa pasar. Citilink menyusul dengan 27 persen atau 56.394 penumpang, diikuti Super Air Jet sebesar 24 persen dengan 49.587 penumpang.

Sementara itu, maskapai full service seperti Garuda Indonesia dan Batik Air mencatat pangsa pasar yang lebih kecil, masing-masing sebesar 5 persen dan 4 persen.

Anton menilai dominasi maskapai berbiaya rendah menjadi faktor utama tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik, karena tarif yang lebih kompetitif.

BACA JUGA:  Pawai Takbir Mobil Hias Warnai Malam Idul Adha 1446 H

Ia juga mengungkapkan bahwa hampir seluruh maskapai mencatat tingkat keterisian kursi yang tinggi, rata-rata mencapai 83 hingga 85 persen. Tingginya angka ini menunjukkan besarnya permintaan terhadap transportasi udara dari dan menuju Batam.

Kondisi tersebut mendorong maskapai untuk menambah frekuensi penerbangan, termasuk mengajukan extra flight guna memenuhi kebutuhan penumpang.

Secara keseluruhan, pergerakan penumpang di Bandara Hang Nadim menunjukkan peningkatan signifikan. Pada periode 13–23 Maret 2026 saja, jumlah penumpang telah mencapai 169.346 orang, atau tumbuh 9,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, pergerakan pesawat juga meningkat sebesar 10,5 persen, yang mencerminkan bertambahnya frekuensi penerbangan.

Untuk menghadapi puncak arus mudik dan balik, manajemen bandara terus mengoptimalkan layanan terminal serta memperkuat koordinasi dengan maskapai.

Anton menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga kelancaran arus penumpang dengan memastikan layanan tetap aman, nyaman, dan efisien.

Dengan tren yang terus meningkat, Bandara Hang Nadim Batam diproyeksikan tetap menjadi salah satu simpul transportasi udara tersibuk di wilayah barat Indonesia selama Lebaran 2026. (hbb)