Calo Tiket di Pelabuhan Bintang 99 Batuampar Dibekuk Polisi, Kacab Pelni Batam: Bukan Anggota Kami

78
Pelabuhan Bintang 99 Batu Ampar. Foto: waw

Batam, Posmetrobatam.co: Tersangka yang terlibat kasus percaloan tiket kapal di Pelabuhan Bintang 99 Batu Ampar bukan merupakan pegawai Pelni.

Kepala Cabang Pelni Batam, Edwin Kurniansyah menegaskan, tersangka berinisial RS yang diamankan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Kepri bukan merupakan pegawai Pelni.

“Kami mengklarifikasi agar informasi yang beredar terkait kasus praktik percaloan tiket Pelni. Satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka berinisial RS bukan pegawai Pelni,” ujar Edwin, Rabu (18/3).

Ia menjelaskan, salah satu pegawai Pelni sebelumnya memang sempat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait peristiwa yang terjadi pada 16 Maret 2026 tersebut.

“Anggota kami hanya dimintai keterangan atas peristiwa itu, bukan sebagai pelaku,” katanya.

BACA JUGA:  Diduga Jual Fasum, Manager Perumahan Merlion Square Ditahan Kejari Batam

Sebelumnya, Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengamankan seorang pelaku praktik percaloan tiket kapal Pelni di Pelabuhan Bintang 99 Batu Ampar pada Senin (16/3).

Kasus ini terungkap setelah adanya laporan masyarakat yang merasa dirugikan saat membeli tiket.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricillia Ohei menyebut korban membeli tiket dengan harga lebih tinggi dari ketentuan resmi.

“Korban membutuhkan tiket pada hari yang sama. Tiket yang seharusnya seharga Rp270.000 dijual Rp450.000,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Pelni Batam mengimbau masyarakat untuk membeli tiket hanya melalui kanal resmi guna menghindari praktik penipuan.

“Kami mengimbau pelanggan agar membeli tiket melalui kanal resmi Pelni dan tidak mudah percaya kepada pihak yang menawarkan tiket,” kata Edwin.

BACA JUGA:  Inilah Cara Paling Efektif Untuk Mengatasi Bibir Kering dan Pecah

Ia juga menegaskan, pihaknya akan menolak penumpang yang tidak sesuai dengan identitas pada tiket.

“PT Pelni juga akan menindak tegas jika terdapat pegawai kami yang ‘bermain’ dengan tiket yang dapat merugikan penumpang,” tegasnya.(ant)