Batam, posmetrobatam.co: Komitmen melakukan konservasi mangrove, telah belasan tahun digelar oleh PT Yamamoto Asri dan PT Kyoei Dock yang juga berkolaborasi bersama LSM Mapan Batam.
Agenda tahunan ini tak henti dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dari pihak perusahaan.

Tahun ini, kembali digelar penanaman sepuluh ribu bibit mangrove di Pulau Temoyong, Kecamatan Bulang, Sabtu (7/3/2026). Seperti agenda tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini juga melibatkan masyarkat sekitar untuk saling berbagi dan menjaga lingkungan laut bagi para nelayan.
Dendi Purianto, Ketua LSM Mapan menjelaskan, penanaman ribuan bibit mangrove tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup terutama di kawasan pesisir.

“Kami konsen untuk penanaman mangrove. Harapannya, anak cucu kita nanti dapat menikmati manfaatnya,” ujar Dendi.
Menurut Dendi, Mangrove memiliki banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat terutama yang berada di pesisir, diantaranya adalah untuk melindungi bangunan, tanaman pertanian atau vegetasi alami dari kerusakan akibat badai atau angin yang bermuatan garam melalui proses filtrasi.
Hutan mangrove membantu proses pengendapan lumpur, penambah unsur hara, hingga lokasi objek rekreasi dan wisata.
Dikatakan Dendi, seperti tahun tahun sebelumnya, untuk menjalankan program pelestarian lingkungan hidup kali ini, LSM Mapan mendapat dukungan penuh dari PT Yamamoto Asri, Kyoei Dock, termasuk masyarakat Pulau Temoyong.
“Semoga ikhtiar yang dilakukan hari ini memberi manfaat bagi masyarakat dan generasi selanjutnya,” tambah Dendi.
Bagi PT Yamamoto Asri dan PT Kyoei Dock ini sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan untuk juga memberikan edukasi kepada masyarakat beta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
“Penanaman juga tidak hanya dilakukan di Indonesia, juga di negara-negara lain, termasuk Amerika,” tutur Presdir PT Yamamoto Asri, Naoto Akune memaparkan komitmen perusahaannya dalam menjaga kelestarian ekosistem alam.
Ini menurutnya adalah agenda rutin tahunan yang konsiten dilakukan. Bagi dua perusahaan ini, penanaman mangrove tak hanya sebagai penghijauan untuk daerah pesisir seperti di Temoyong, tapi penanaman mangrove ini juga bisa berefek pada perekonomian masyarakat. Salah satunya dengan menjaga ekosistem laut.
“Ini bisa berefek pada hasil tangkapan nelayan,” Naoto Akune menambahkan penjelasannya.
Mengapa penanaman mangrove ini tidak diprioritaskan di negara asal perusahaan yang dipimpinnya, menurut Naoto Akune, di Jepang, iklim dan kondisi lahannya dimungkinkan kurang baik untuk pertumbuhan mangrove.
Naoto Akune juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga dan menanam mangrove, sebagai bentuk menjaga keseimbangan alam di kawasan pesisir.
“Ini juga sebagai bentuk upaya mengatasi dampak dari perubahan iklim,” ujarnya.
Kenji Yamamoto, Presdir PT Kyoei Dock juga memaparkan hal serupa. Menurutnya, penanaman mangrove ini juga mesti disejalankan dengan upaya untuk tetap menjaga hutan mangrove oleh masyarakat sekitar. Karena, jika penanaman dilakukan, akan percuma bila yang telah ditanam tidak dirawat dan dijaga.
“Saya happy di Temoyong ini. Saya mengajak masyarakat untuk terus peduli terhadap lingkungan, terutama tumbuh kembang mangrove,” ujarnya memaparkan.
Syaiful, tokoh masyarakat Temoyong, mengaku sejauh ini terus berupaya untuk menjaga hutan mangrove yang telah ada apalagi yang ditanam oleh dua perusahaan dan LSM Mapan yang sangat peduli terhadap lingkungan.
“Termasuk terus menjaga dari para penebang liar. Jika kami temukan, tentu akan kami usir,” ucapnya.
“Ucapan terimakasih kepada Yamamoto Asri dan Kyoei Dock dan juga LSM Mapan yang telah sangat peduli untuk melestarikan hutan mangrove di Temoyong,” tuturnya menambahkan.
Tak hanya di Pulau Temoyong, sebelumnya, LSM MAPAN dan PT Yamamoto Asri juga PT Kyoei Dock juga kerap melakukan penanaman mangrove di kawasan Kebun Raya Batam pada tahun-tahun sebelumnya.(***)









